Sigi – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut perayaan Paskah Nasional V di Sulawesi Tengah sebagai bukti kuat toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan.
Ia menilai suasana kebersamaan yang terlihat selama perayaan mencerminkan praktik toleransi yang nyata, di mana setiap kelompok saling memberi ruang untuk menjalankan ibadah. Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi gambaran harmonisasi kehidupan masyarakat di Palu dan sekitarnya.
Menag juga mendorong agar nilai-nilai toleransi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan bahkan dikembangkan. Ia mengusulkan wilayah Palu dan sekitarnya menjadi “laboratorium toleransi” sebagai contoh kehidupan beragama yang damai di Indonesia.
Menurutnya, Paskah Nasional tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga refleksi kebangsaan yang menumbuhkan semangat persaudaraan. Nilai pengorbanan, kebangkitan, dan harapan yang terkandung dalam Paskah dinilai bersifat universal serta relevan bagi seluruh masyarakat dalam memperkuat persatuan.
Ia menambahkan, Kabupaten Sigi dan Kota Palu sebagai tuan rumah telah menunjukkan bahwa kerukunan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman suku, budaya, dan agama dinilai mampu berpadu dalam harmoni yang mencerminkan wajah Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya umat Kristiani, atas kepercayaan menjadikan daerahnya sebagai tuan rumah Paskah Nasional V. Ia menyebut perayaan berlangsung aman, lancar, dan penuh suasana damai.

































































