Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Kebijakan ini dianggap sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia yang hasilnya baru akan terlihat dalam beberapa waktu ke depan.
Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, mengatakan kebijakan ekonomi berskala besar seperti MBG memang tidak memberikan dampak instan. Menurutnya, program tersebut membutuhkan waktu sebelum menunjukkan hasil nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas SDM.
Ia memperkirakan dampak kebijakan baru umumnya mulai terlihat dalam rentang 12 hingga 15 bulan setelah implementasi. Karena itu, MBG harus dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang, bukan solusi sesaat.
Di tengah tekanan global seperti fluktuasi harga minyak, konflik geopolitik, dan tantangan ketahanan pangan, Indonesia dinilai masih berada dalam posisi relatif stabil. Salah satu faktor yang menopang kondisi tersebut adalah kemampuan menjaga pasokan kebutuhan pokok.
Shan menilai ketersediaan pangan seperti beras, ayam, dan telur yang terjaga membantu memperkuat daya tahan ekonomi domestik. Program MBG juga dianggap mendukung akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung pada kualitas hidup.
Menurutnya, terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, dan air menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas masyarakat. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada penguatan ekonomi secara lebih luas.
Ia juga menyoroti bahwa stabilitas kebijakan dan arah reformasi ekonomi pemerintah menjadi faktor yang diperhatikan investor. Tren indikator ekonomi yang positif dinilai turut meningkatkan kepercayaan terhadap prospek Indonesia.
Ke depan, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbuka. Shan menilai jika tensi konflik global mereda, pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi menembus angka di atas 6 persen. Dalam konteks tersebut, program MBG dipandang sebagai kebijakan sosial yang sekaligus berperan sebagai investasi strategis untuk memperkuat daya beli, kualitas SDM, dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

































































