Depok – Ancaman penyebaran paham radikalisme kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar, terutama melalui ruang digital dan media sosial. Menyikapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok menggandeng Densus 88 Anti Teror untuk memberikan pembekalan kewaspadaan dini kepada siswa SMA Negeri 3 Depok, Selasa (28/4/2026).
Sebanyak 45 siswa kelas X mengikuti sosialisasi yang difokuskan pada bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Para pelajar dinilai menjadi kelompok yang rentan terpapar karena tingginya intensitas penggunaan internet dan media sosial dalam keseharian mereka.
Sekretaris Kesbangpol Kota Depok, Sri Rejeki, menegaskan bahwa pembekalan ini penting untuk memperkuat daya tahan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh ideologi yang menyimpang. Menurutnya, pelajar harus mampu memilah informasi secara cerdas di tengah derasnya arus informasi digital.
Selain memahami ancaman radikalisme, para siswa juga didorong untuk memperkuat nilai toleransi dan menjaga lingkungan sekolah tetap aman dari pengaruh paham ekstrem.
Kepala sekolah SMA Negeri 3 Depok, Lely Ersastri, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi seperti ini penting untuk memperkuat karakter siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital, terutama ancaman yang kerap masuk melalui ruang-ruang virtual.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Depok berharap para pelajar tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki daya kritis dan ketahanan ideologi yang kuat.
































































