Jakarta – Usulan memasukkan telur bebek ke dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mendapat dukungan luas. Selain dinilai mampu memperkaya sumber protein bagi penerima manfaat, langkah ini juga diyakini dapat menjadi jalan keluar bagi peternak bebek nasional yang tengah menghadapi tekanan usaha.
Gagasan itu mencuat dalam audiensi antara Komisi IX DPR RI dan Persatuan Peternak Bebek Nasional (PBN). Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat menilai penggunaan telur bebek dalam program MBG sangat memungkinkan karena aturan kebutuhan protein dalam program tersebut tidak secara spesifik membatasi jenis telur yang digunakan.
“Kalau dalam nomenklatur kebutuhan protein disebut telur, tentu tidak harus selalu telur ayam. Telur bebek bisa menjadi alternatif yang sama-sama bergizi,” ujarnya.
Menurutnya, diversifikasi menu penting agar program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, tetapi juga memberi ruang bagi komoditas lokal untuk ikut terserap.
Dukungan serupa disampaikan anggota Komisi IX lainnya, Nurhadi. Ia mendorong agar kerja sama resmi melalui nota kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan PBN segera diwujudkan.
Namun, ia mengingatkan implementasi kebijakan harus mempertimbangkan sebaran peternak bebek yang tidak merata seperti peternak ayam petelur.
“Pendekatannya harus berbasis wilayah. Di daerah-daerah dengan populasi peternak bebek tinggi, penyerapan telur bebek bisa lebih maksimal,” katanya.
Nurhadi juga mengungkapkan bahwa penggunaan produk telur bebek sebenarnya sudah mulai berjalan di beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, terutama dalam bentuk telur asin.
“Di beberapa titik di Jawa Timur sudah ada yang memakai telur asin bebek. Harga belinya masih memberikan margin yang sehat bagi peternak,” jelasnya.
Ia mencontohkan wilayah Blitar yang memiliki populasi sekitar 10 ribu ekor bebek, sehingga berpotensi menjadi salah satu sentra pemasok bahan baku untuk MBG.
Dari sisi nutrisi, telur bebek dinilai memiliki keunggulan tersendiri. Selain mengandung protein lebih tinggi dibanding telur ayam, bahan pangan ini juga kaya vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin D, kalsium, zat besi, hingga selenium.
Secara umum, kandungan protein dalam sebutir telur bebek tercatat lebih tinggi dibandingkan telur ayam, menjadikannya salah satu sumber protein hewani yang potensial untuk mendukung pertumbuhan anak.
Dengan begitu, wacana memasukkan telur bebek ke dalam menu MBG dinilai menghadirkan dua manfaat sekaligus: memperkuat kualitas gizi penerima program dan membuka pasar baru bagi peternak lokal di berbagai daerah.

































































