Jakarta – Kejutan kembali mewarnai babak 32 besar Piala Dunia 2026. Setelah Jerman lebih dulu tersingkir oleh Paraguay, kini giliran Belanda yang harus mengakhiri langkahnya lebih cepat. Tim Oranje kalah dramatis 2-3 melalui adu penalti dari Maroko setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit di Estadio Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026).
Kemenangan ini mengantarkan Maroko ke babak 16 besar sekaligus menambah daftar tim unggulan Eropa yang berguguran di fase gugur.
Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Tim asuhan Mohamed Ouahbi lebih banyak mengendalikan tempo pertandingan dan beberapa kali memaksa lini belakang Belanda bekerja keras.
Peluang pertama hadir pada menit ke-19 melalui sundulan Neil El Aynaoui memanfaatkan sepak pojok. Dua menit berselang, Achraf Hakimi mengancam lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, kedua peluang tersebut mampu dimentahkan kiper Belanda Bart Verbruggen dengan penyelamatan gemilang.
Belanda kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama. Serangan yang dibangun tim asuhan Ronald Koeman kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya sehingga skor tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Selepas jeda, tekanan Maroko tidak mengendur. Hakimi hampir memecah kebuntuan pada menit ke-52 setelah menerima umpan terobosan dari Azzedine Ounahi. Sayang, tembakannya hanya membentur mistar gawang.
Ketika Maroko terus menekan, justru Belanda yang lebih dulu mencuri keunggulan.
Pada menit ke-72, Crysencio Summerville melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum bola liar mengarah kepada Cody Gakpo. Penyerang Liverpool itu tanpa kesulitan menaklukkan Yassine Bounou untuk membawa Belanda unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tampak akan membawa Oranje lolos ke babak berikutnya. Namun, Maroko menunjukkan mental pantang menyerah.
Memasuki masa injury time, tepatnya menit ke-90+1, Issa Diop muncul sebagai penyelamat. Sundulannya memanfaatkan situasi bola mati gagal diantisipasi Verbruggen dan mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Pada extra time, Maroko tetap menjadi tim yang lebih agresif. Soufiane Rahimi nyaris membalikkan keadaan pada menit ke-97, tetapi peluang emasnya berhasil ditepis Verbruggen.
Belanda lebih memilih bermain menunggu dan mengandalkan serangan balik. Hingga tambahan waktu berakhir, tidak ada gol tambahan sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, drama langsung tersaji. Penendang pertama Maroko, Neil El Aynaoui, gagal setelah bola membentur mistar. Namun Belanda gagal memanfaatkan keuntungan tersebut.
Justin Kluivert, Timber, dan Crysencio Summerville gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo. Di kubu Maroko, meski Achraf Hakimi juga gagal mencetak gol, eksekusi Rahimi, Talbi, dan Saibari cukup untuk memastikan kemenangan 3-2.
Kemenangan tersebut membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, sementara Belanda harus mengikuti jejak Jerman yang lebih dulu tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa fase gugur Piala Dunia kali ini penuh kejutan. Sejumlah tim unggulan mulai berguguran, sedangkan tim-tim nonfavorit justru menunjukkan daya saing tinggi dan mampu memanfaatkan setiap peluang untuk menciptakan sejarah.

































































