CIBINONG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan pangan bergizi berjalan sesuai prosedur serta memenuhi standar kesehatan dan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Wakil Ketua KPAI RI, Dr. Jasra Putra, memimpin kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Posyandu Melati A di Desa Bojongbaru, Rabu (15/7/2026). Turut mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, bersama jajaran Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor.
Menurut Jasra, pengawasan lapangan penting dilakukan agar pelaksanaan MBG benar-benar menjamin terpenuhinya hak anak untuk memperoleh gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga masa awal pertumbuhan.
“Kami ingin memastikan penyaluran MBG untuk kelompok 3B berjalan tepat sasaran. Ibu hamil dan anak-anak harus menerima makanan yang memenuhi standar kesehatan dan gizi,” ujarnya dikutip dari edisi.co.id.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan terlebih dahulu meninjau aktivitas di dapur SPPG. Mereka melihat secara langsung proses pengolahan makanan, mulai dari persiapan bahan baku hingga mekanisme distribusi kepada penerima manfaat.
Jasra juga berdialog dengan pengelola dapur untuk memastikan setiap tahapan penyediaan makanan telah mengikuti prosedur keamanan pangan dan standar pemenuhan gizi yang ditetapkan.
Usai meninjau SPPG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Posyandu Melati A, Desa Bojongbaru. Di lokasi tersebut, Wakil Ketua KPAI menyaksikan proses penyaluran paket MBG kepada kelompok sasaran sekaligus berbincang dengan para penerima manfaat dan kader posyandu yang terlibat dalam pendistribusian.
Melalui dialog tersebut, KPAI ingin memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan program di tingkat masyarakat, termasuk respons penerima terhadap kualitas makanan yang diberikan.
Jasra berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan tertib secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi ibu dan anak.
“Kami berharap program ini benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan status gizi ibu dan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan KPAI terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Selain memastikan ketepatan sasaran, pengawasan lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjaga kualitas layanan MBG di berbagai daerah.
































































