KARACHI – Pemerintah Pakistan memperkuat strategi nasional dalam menghadapi ancaman radikalisme dan ekstremisme dengan membangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan ulama, lembaga pendidikan, media, pemuda, serta tokoh lintas agama. Pendekatan tersebut ditempuh sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan radikalisasi di ruang digital, penyebaran misinformasi, dan narasi kebencian yang dinilai tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan keamanan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Menteri Provinsi Sindh, Syed Murad Ali Shah, usai menggelar pertemuan strategis bersama delegasi Komite Paigham-i-Aman tingkat nasional dan provinsi, para ulama, serta perwakilan berbagai komunitas agama. Pernyataan resmi pemerintah dipublikasikan pada Kamis (16/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Syed Murad Ali Shah menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat perdamaian, toleransi, dan persatuan nasional.
“Pemerintah akan selalu hadir untuk mempromosikan perdamaian, keharmonisan beragama, dialog lintas iman, dan persatuan nasional. Kami telah sepakat bekerja bersama para pemimpin agama, cendekiawan, dan perwakilan komunitas minoritas untuk melawan segala bentuk ekstremisme di bawah semangat Paigham-i-Aman,” ujarnya.
Radikalisme Digital Jadi Tantangan Bersama
Pemerintah Sindh menilai perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan tantangan baru dalam upaya menjaga stabilitas sosial. Radikalisasi melalui media digital, penyebaran informasi palsu, hingga propaganda berbasis kebencian dinilai semakin mudah menjangkau masyarakat sehingga membutuhkan respons kolektif dari seluruh elemen bangsa.
Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan media, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membangun komunikasi publik yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat narasi perdamaian di ruang digital.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Ideologi Islam Pakistan, sejumlah menteri senior, serta perwakilan komunitas minoritas yang bersama-sama membahas strategi memperkuat kohesi sosial.
Pendidikan Dipandang Sebagai Benteng Pencegahan
Selain pendekatan keamanan dan dialog lintas agama, pemerintah menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu instrumen utama dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di kalangan generasi muda.
Syed Murad Ali Shah menegaskan pentingnya melibatkan sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan untuk menanamkan nilai-nilai konstitusi, toleransi, tanggung jawab sebagai warga negara, serta semangat persatuan.
“Saya melihat adanya kebutuhan yang mendesak untuk melibatkan institusi pendidikan dan generasi muda dalam mempromosikan nilai-nilai konstitusional, tanggung jawab sipil, toleransi, dan persatuan,” katanya.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun daya tahan masyarakat terhadap ideologi kekerasan yang kini banyak menyebar melalui platform digital.
Paigham-i-Pakistan Jadi Landasan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Syed Murad Ali Shah kembali menegaskan pentingnya memperkuat narasi Paigham-i-Pakistan, sebuah konsensus nasional yang dikembangkan sebagai landasan bersama dalam menolak ekstremisme, kekerasan, dan konflik sektarian.
Ia menilai pesan perdamaian yang terkandung dalam inisiatif tersebut perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjadi bagian dari budaya kehidupan berbangsa.
Ketua Menteri juga menyoroti pentingnya menjaga hak-hak konstitusional seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
“Saya bangga bahwa tradisi tasawuf, inklusivitas, dan keharmonisan yang telah tumbuh selama berabad-abad di wilayah ini menjadi fondasi kuat bagi perdamaian dan persatuan nasional. Melindungi hak-hak seluruh warga negara serta memastikan kesempatan yang setara bagi komunitas minoritas akan tetap menjadi prioritas pemerintahan kami,” tegasnya.
Perkuat Koordinasi Tangkal Bibit Terorisme
Pertemuan strategis tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta komite-komite perdamaian di tingkat lokal guna meningkatkan deteksi dini terhadap potensi ekstremisme dan terorisme.
Sejumlah tokoh agama yang hadir juga menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah. Mereka menilai perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui mekanisme demokrasi dan dialog, bukan melalui kekerasan. Stabilitas sosial, menurut mereka, menjadi prasyarat penting bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menutup pertemuan, Syed Murad Ali Shah menegaskan bahwa membangun masyarakat yang damai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“Saya memberikan jaminan penuh bahwa pemerintah akan terus mendukung setiap upaya memperkuat pesan perdamaian dan memperluas jangkauannya kepada masyarakat. Dengan kerja sama seluruh pihak, kita dapat membangun bangsa yang lebih kuat, damai, dan bersatu dalam keberagaman,” pungkasnya.
































































