JAKARTA – Penantian panjang Timnas Indonesia akhirnya terbayar. Skuad Garuda resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang dramatis atas Thailand lewat adu penalti 5-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Laga final berlangsung sengit sejak menit awal. Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-2, sepakan Luke Vickery masih bisa diamankan kiper Thailand Saranon Anuin. Kiper 32 tahun itu kembali jadi penyelamat usai menepis tembakan jarak jauh Mitchell Baker pada menit ke-8.
Thailand bukan tanpa peluang. Teerasak Poeiphimai mengancam di menit ke-17, namun Emil Audero】 sigap mengamankan bola. Semenit kemudian giliran Chanathip Songkrasin yang melepaskan tembakan, tapi masih melambung di atas mistar.
Indonesia membalas di menit ke-19. Umpan silang Kevin Diks berhasil disambut Ole Romeny di dalam kotak penalti, sayang tembakannya masih melayang. Peluang kembali hadir di menit ke-26 lewat sepak pojok, namun sepakan mendatar Diks kembali digagalkan Anuin. Tembakan keras Calvin Verdonk di menit ke-32 juga belum menemui sasaran.
Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, setelah eksekusi tendangan bebas Verdonk di menit ke-45 membentur pagar hidup Thailand.
Memasuki babak kedua, jual beli serangan makin intens. Thailand membuka ancaman lewat sundulan Supachai Chaided di menit ke-47 yang masih menyamping. Indonesia membalas lewat Ragnar Oratmangoen di menit ke-50, tapi tembakan jarak jauhnya juga melenceng.
Momen krusial terjadi di menit ke-81. Pelanggaran keras Nicholas Mickelson terhadap Romeny di tepi kotak penalti berbuah kartu merah. Thailand harus bermain dengan 10 orang. Dari situasi free kick tersebut, Indonesia unggul 1-0 setelah tembakan Dean James membentur Iklas Sanron dan mengecoh Anuin.
Keunggulan itu sirna di menit ke-87. Umpan silang Seksan Ratree berhasil disambar Sanron dengan sepakan first time untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor ini bertahan hingga waktu normal usai.
Di babak perpanjangan waktu, drama berlanjut. Thailand berbalik unggul 2-1 lewat gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-110 memanfaatkan serangan balik cepat. Namun Indonesia menunjukkan mental juara. Enam menit berselang, Elkan Baggott menyamakan skor menjadi 2-2 setelah meneruskan umpan tarik Rizky Ridho.
Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak tos-tosan, Indonesia tampil lebih tenang. Dua penendang Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal menjalankan tugasnya. Sementara lima eksekutor Indonesia sukses menjalankan tugas. Emil Audero menjadi pahlawan setelah menepis penalti terakhir Thailand.
Kemenangan ini sangat bersejarah. Indonesia menjadi juara pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen Asia Tenggara pertama di bawah naungan FIFA.
Lebih dari itu, Garuda memutus puasa gelar selama 35 tahun. Terakhir kali timnas senior juara di level Asia Tenggara terjadi pada SEA Games 1991.
Gelar ini juga terasa spesial karena diraih dengan mengalahkan Thailand, sang penguasa Asia Tenggara dengan koleksi 7 trofi Piala AFF terbanyak.
Usai laga, euforia pecah di SUGBK. Justin Hubner dengan lantang menegaskan status Indonesia.
“Kepada semua negara ini, hargai nama ini, ya (Indonesia). Hey kalian semua, kamilah raja sesungguhnya. Kalian terlalu banyak bicara. Kamilah raja sesungguhnya. Indonesiaa!” teriaknya dalam perayaan juara.
Sementara sang pahlawan, Emil Audero, mempersembahkan gelar ini untuk suporter.
“Untuk semua fans Garuda. Thank you. Terima kasih. Ini malam yang gila dan sekali lagi, kami mengapresiasi dukungan anda. Ayoo!” ucapnya.
































































