• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme

Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme

October 22, 2026
Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

October 23, 2026
Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

October 23, 2026
Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

October 23, 2026
Di Pintu Gerbang Papua, Radikalisme Dilawan dengan Vokasi dan Lapangan Kerja

Di Pintu Gerbang Papua, Radikalisme Dilawan dengan Vokasi dan Lapangan Kerja

October 23, 2026
Kepala Sekolah Kristen Hadir di Apel Hari Santri, Bukti Toleransi Bukan Sekadar Slogan

Kepala Sekolah Kristen Hadir di Apel Hari Santri, Bukti Toleransi Bukan Sekadar Slogan

October 23, 2026
Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

October 22, 2026
Perubahan Pola Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Tuntut Strategi Pencegahan yang Adaptif

Perubahan Pola Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Tuntut Strategi Pencegahan yang Adaptif

October 22, 2026
Hari Santri 2026, Kakanwil Kemenag Sulbar Ajak Santri Tebar Manfaat bagi Sesama

Hari Santri 2026, Kakanwil Kemenag Sulbar Ajak Santri Tebar Manfaat bagi Sesama

October 22, 2026
Hari Santri di UIN Walisongo, Santri Didorong Jadi Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa

Hari Santri di UIN Walisongo, Santri Didorong Jadi Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa

October 22, 2026
Pemprov dan Polda NTT Kedepankan Deteksi Dini untuk Cegah Radikalisme

Pemprov dan Polda NTT Kedepankan Deteksi Dini untuk Cegah Radikalisme

October 22, 2026
Santri Diminta Tak Berhenti Mengenang Sejarah, tetapi Berkontribusi bagi Bangsa

Santri Diminta Tak Berhenti Mengenang Sejarah, tetapi Berkontribusi bagi Bangsa

October 22, 2026
Polda Banten Jadikan Integritas dan Pancasila Benteng Pencegahan Radikalisme

Polda Banten Jadikan Integritas dan Pancasila Benteng Pencegahan Radikalisme

October 22, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

    Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

    Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

    Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

    Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

    Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

    Di Pintu Gerbang Papua, Radikalisme Dilawan dengan Vokasi dan Lapangan Kerja

    Di Pintu Gerbang Papua, Radikalisme Dilawan dengan Vokasi dan Lapangan Kerja

    Kepala Sekolah Kristen Hadir di Apel Hari Santri, Bukti Toleransi Bukan Sekadar Slogan

    Kepala Sekolah Kristen Hadir di Apel Hari Santri, Bukti Toleransi Bukan Sekadar Slogan

    Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme

    Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme

    Perubahan Pola Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Tuntut Strategi Pencegahan yang Adaptif

    Perubahan Pola Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Tuntut Strategi Pencegahan yang Adaptif

    Hari Santri 2026, Kakanwil Kemenag Sulbar Ajak Santri Tebar Manfaat bagi Sesama

    Hari Santri 2026, Kakanwil Kemenag Sulbar Ajak Santri Tebar Manfaat bagi Sesama

    Hari Santri di UIN Walisongo, Santri Didorong Jadi Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa

    Hari Santri di UIN Walisongo, Santri Didorong Jadi Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

      Mbappe Borong Dua Gol, Real Madrid Hajar Sevilla 4-1

      Mbappe Borong Dua Gol, Real Madrid Hajar Sevilla 4-1

      Persib Bandung Tekuk Persik Kediri 1-0, Julio Cesar Jadi Penentu

      Persib Bandung Tekuk Persik Kediri 1-0, Julio Cesar Jadi Penentu

      Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026, Libas Ganda Malaysia Dua Gim Langsung

      Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026, Libas Ganda Malaysia Dua Gim Langsung

      Gol Injury Time, Persita Bekuk Persija 3-2 dan Naik ke Posisi Ketiga

      Gol Injury Time, Persita Bekuk Persija 3-2 dan Naik ke Posisi Ketiga

      Ronaldo Cetak Gol, Al Nassr Tekuk Neftchi Fergana 3-1 di AFC Champions League

      Ronaldo Cetak Gol, Al Nassr Tekuk Neftchi Fergana 3-1 di AFC Champions League

      Hasil MotoGP Mandalika 2026: Bezzecchi Juara, Marquez Kehilangan Podium di Lap Akhir

      Hasil MotoGP Mandalika 2026: Bezzecchi Juara, Marquez Kehilangan Podium di Lap Akhir

      Izan Guevara Juara Moto2 Mandalika 2026, Mario Suryo Aji Finis ke-20

      Izan Guevara Juara Moto2 Mandalika 2026, Mario Suryo Aji Finis ke-20

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Daerah

        Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme

        by admin
        October 22, 2026
        in Daerah, Nasional, News
        0
        Hari Santri Nasional 2026, Guru Besar UIN Siber Cirebon: Pesantren Benteng Tangkal Radikalisme
        595
        SHARES
        1.7k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        CIREBON – Pesantren memiliki modal penting untuk membangun ketahanan generasi muda terhadap intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan. Namun, pendidikan pesantren tidak boleh berhenti pada penguatan ilmu agama. Pembentukan akhlak, kesadaran kebangsaan, serta kemampuan menyaring informasi di ruang digital juga perlu terus diperkuat.

        Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. KH. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kekuatan pesantren terletak pada perpaduan kedalaman ilmu, pendidikan akhlak, pengalaman hidup bersama, dan kesadaran kebangsaan. Keempat unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk santri yang mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

        “Kekuatan utama santri itu terletak pada pertemuan antara kedalaman ilmu, pendidikan akhlak, pengalaman hidup bersama, dan kesadaran kebangsaan. Maka otomatis, ketika keempatnya berjalan dengan baik, pesantren sebenarnya mempunyai modal penting untuk membentuk ketahanan terhadap intoleransi, ekstremisme, dan juga kekerasan,” kata Prof. Didin di Cirebon, Kamis (22/10/2026).

        Pernyataan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Di tengah perkembangan teknologi digital dan meluasnya arus informasi, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat mendalami ilmu agama, tetapi juga ruang pendidikan yang menumbuhkan sikap terbuka, kritis, dan cinta Tanah Air.

        Meski demikian, Prof. Didin mengingatkan bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak serta-merta membuat seseorang kebal terhadap propaganda ekstrem. Ketahanan terhadap paham radikal harus dibentuk melalui proses pendidikan yang konsisten, terarah, dan berkesinambungan.

        “Namun, kita juga harus menyadari bahwa status sebagai santri itu tidak otomatis membuat mereka menjadi kebal terhadap propaganda. Inilah yang kemudian harus kita jadikan refleksi bahwa ketahanan itu merupakan hasil pendidikan yang harus terus dirawat,” ujarnya.

        Menurut dia, tradisi keilmuan pesantren menyediakan bekal penting bagi santri untuk menghadapi narasi keagamaan yang sempit dan provokatif. Metode pembelajaran seperti sorogan, bandongan, dan musyawarah melatih santri membaca, memahami, serta mendiskusikan pandangan keagamaan dengan bimbingan guru.

        Proses tersebut juga memperkenalkan santri pada keragaman pendapat di kalangan ulama. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak mudah menerima klaim keagamaan secara mentah-mentah, terlebih jika klaim tersebut digunakan untuk mengafirkan, menyesatkan, atau membenarkan kekerasan terhadap kelompok lain.

        “Santri belajar bahasa, membaca kitab, kemudian memahami penjelasan guru, dan mengenali perbedaan pendapat ulama. Nah, ini tentunya diharapkan membuat santri berlatih untuk lebih berhati-hati menghadapi kesimpulan keagamaan yang terlalu instan dan terlalu mudah, terutama yang suka mengkafirkan, suka menyesatkan, atau menghalalkan kekerasan terhadap orang lain,” ungkapnya.

        Selain tradisi keilmuan, kehidupan berasrama juga berperan dalam membentuk karakter santri. Interaksi sehari-hari dengan orang lain melatih sikap tawadhu, tasamuh, tawazun, tawassuth, dan i’tidal. Nilai-nilai tersebut mendorong kerendahan hati, toleransi, keseimbangan, sikap moderat, serta keadilan dalam menyikapi perbedaan.

        Warisan kebangsaan pesantren juga memiliki akar sejarah yang kuat, salah satunya melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Bagi Prof. Didin, semangat tersebut perlu diterjemahkan sesuai tantangan zaman, bukan semata-mata diperingati sebagai bagian dari sejarah. Pengabdian santri masa kini dapat diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, merawat keadaban publik, dan membangun kehidupan masyarakat yang damai.

        Dalam menghadapi tantangan intoleransi dan ekstremisme di era digital, Prof. Didin menilai kerja sama lembaga pendidikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap relevan. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi generasi muda untuk belajar, mengajukan pertanyaan, merasa dihargai, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.

        “BNPT masih sangat relevan hingga kini karena memang secara faktual kita masih menghadapi persoalan itu. Maka kalau saya boleh usulkan, yang harus dilakukan oleh BNPT adalah membangun lingkungan atau ekosistem yang memungkinkan generasi muda belajar, bertanya, merasa dihargai, dan menyelesaikan perbedaan secara damai,” kata Prof. Didin.

        Ia mengusulkan agar BNPT memperkuat kemitraan pendidikan yang berkelanjutan dengan pengasuh pesantren dan kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada program pencegahan yang tidak hanya menyampaikan pesan normatif, tetapi juga membekali generasi muda dengan kemampuan menghadapi situasi nyata.

        Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan ialah pembelajaran berbasis kasus. Melalui metode ini, peserta didik berlatih mengenali potongan ceramah provokatif, berita konflik yang tidak disertai sumber tepercaya, serta ajakan yang membenarkan penyerangan terhadap kelompok lain.

        Pendekatan berbasis kasus dinilai dapat membantu generasi muda memahami cara kerja propaganda sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menilai informasi sebelum mengambil sikap. Dengan latihan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, pesan pencegahan diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

        Prof. Didin juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam merancang program pencegahan. Pelibatan tersebut diperlukan agar materi, bahasa, dan format komunikasi sesuai dengan kebiasaan serta kebutuhan generasi Z dan generasi Alfa.

        Selain itu, ruang perjumpaan lintas kelompok perlu diperluas agar anak muda memiliki kesempatan berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang. Remaja yang merasa terasing juga perlu memiliki akses terhadap jalur bantuan dan pendampingan yang tepercaya. Sementara itu, keberhasilan program pencegahan sebaiknya dievaluasi melalui perubahan perilaku yang dapat diukur, bukan hanya berdasarkan jumlah kegiatan yang diselenggarakan.

        Penguatan pendidikan pesantren, menurut Prof. Didin, perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menyaring informasi digital. Ia mendorong penerapan konsep epistemic vigilance atau kewaspadaan epistemik yang dirumuskan oleh Dan Sperber. Konsep ini menekankan pentingnya menilai secara kritis informasi dan sumber informasi sebelum seseorang memercayai atau menyebarkannya.

        Kemampuan tersebut semakin penting ketika media sosial menjadi salah satu ruang utama generasi muda memperoleh pengetahuan dan membentuk pandangan. Informasi yang disampaikan secara meyakinkan belum tentu benar, sementara narasi yang mengatasnamakan agama juga tetap perlu diperiksa sumber, konteks, dan argumentasinya.

        Karena itu, santri perlu dibekali kemampuan membedakan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan dari informasi menyesatkan, provokasi, dan ajakan yang mendorong kebencian. Sikap kritis tidak dimaksudkan untuk melemahkan keyakinan beragama, melainkan membantu generasi muda memahami ajaran secara lebih bertanggung jawab dan tidak mudah dimanipulasi.

        “Dengan generasi muda yang moderat dan kritis itulah, maka akan muncul generasi yang kuat keyakinannya, jernih pertimbangannya, luas pergaulannya, dan yang lebih penting lagi adalah bertanggung jawab atas tindakannya,” ujar Prof. Didin.

        Melalui penguatan tradisi keilmuan pesantren, pendidikan akhlak, literasi digital, dan kolaborasi dengan lembaga negara seperti BNPT, pesantren diharapkan semakin berperan dalam membangun ketahanan generasi muda. Tantangannya bukan hanya mencegah penyebaran paham ekstrem, melainkan juga memastikan anak muda memiliki ruang belajar yang sehat, mampu menghormati perbedaan, serta menjadikan nilai keagamaan dan kebangsaan sebagai landasan untuk menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI.

        Tags: bentengHari Santri Nasional 2026pesantrenradikalismeruang digital
        Share238Tweet149Share60
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

        Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

        Karnaval Hari Santri di Jepara: Saat Perbedaan Iman Jadi Pawai Kebersamaan

        October 23, 2026
        Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

        Dari Terorisme hingga Penipuan Daring, Jakarta-Canberra Sepakat Perang Bersama

        October 23, 2026
        Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

        Digital Peace Creator: Saat Pelajar Surabaya Dilatih Jadi Penangkal Hoaks Radikal

        October 23, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019