Nusantara – Setiap tanggal 9 September, Indonesia merayakan Hari Ozon Nasional, sebuah kesempatan untuk mengingat betapa pentingnya lapisan ozon yang menjaga kehidupan di Bumi. Ozon, yang terbentuk secara alami di stratosfer pada ketinggian 20−35 kilometer di atas permukaan Bumi, berfungsi sebagai pelindung yang menyerap radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari matahari.
Namun, aktivitas manusia telah merusak lapisan krusial ini dengan melepaskan emisi bahan perusak ozon (ODS), seperti klorofluorokarbon (CFCs) dan halon. Selain itu, pemanasan global akibat gas rumah kaca (GRK) dapat mempengaruhi suhu di stratosfer dan berdampak pada proses pembentukan serta penguraian ozon.
Oleh karena itu, pengurangan emisi gas rumah kaca dan bahan perusak ozon sangat penting untuk menjaga keseimbangan iklim dan melindungi lapisan ozon. Untuk melawan kerusakan ozon, dunia internasional melalui Protokol Montreal pada tahun 1987 telah sepakat untuk mengurangi dan akhirnya menghapuskan penggunaan bahan perusak ozon.
Seiring dengan itu, berbagai industri, termasuk industri pertambangan, juga didorong untuk mengurangi emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan kerusakan ozon.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) adalah salah satu perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam upaya global tersebut. Sejalan dengan target nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, MDKA menetapkan komitmen dalam mengurangi emisi karbon.
Sustainability Manager MDKA Bahtiar Manurung mengatakan, pihaknya memiliki peta jalan untuk mencapai pengurangan emisi karbon hingga nol, untuk mendukung target pemerintah dalam Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pertama, MDKA berkomitmen sesuai mengurangi emisi GRK sebesar 29 persen atau sesuai target NDC Indonesia (sebelum di-update menjadi 31,89 persen) dan mencapai NZE pada 2050.
“Kami menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang menerbitkan target NZE pada tahun 2050 atau lebih dini dari target Indonesia pada tahun 2060,” katanya, Rabu (4/9/2024).
Kedua, untuk mencapai target itu, MDKA telah merancang kebijakan perubahan iklim yang disebut Climate Change Policy. Kebijakan itu menegaskan komitmen MDKA untuk mendukung Perjanjian Paris dalam menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius dibandingkan dengan level pra-industri. Bahtiar menambahkan, perusahaan juga menyusun Net Zero Roadmap yang menjadi panduan dalam mencapai target NZE.
Ketiga, MDKA menerbitkan Supplier Sustainability Code of Conduct atau Kode Etik Keberlanjutan Pemasok yang mendorong pengurangan emisi karbon di semua lini bisnis dan rantai pasok. Dia pun mengatakan, pengurangan emisi karbon di Merdeka juga bertujuan untuk mengantisipasi pajak karbon yang mungkin diberlakukan untuk perusahaan di sektor tambang di masa depan.
Menurutnya, pajak karbon bisa menjadi salah satu tools untuk mendorong perusahaan-perusahaan mengurangi emisi karbon.

































































