Jakarta – Perayaan Natal Nasional 2024 mengusung tema “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”, yang membawa pesan mendalam tentang pengharapan baru, kesederhanaan, dan semangat hidup bagi umat Kristiani. Tema ini dicetuskan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Ketua Umum Perayaan Natal Nasional 2024, Thomas Djiwandono, menjelaskan bahwa tema ini mencerminkan nilai-nilai kelahiran Yesus Kristus yang sederhana di Betlehem. “Kesederhanaan ini menjadi fondasi bagi harapan baru yang lebih baik bagi umat Kristiani,” kata Thomas dalam keterangan tertulis, Minggu (29/12/2024). Ia juga berharap tema ini menginspirasi refleksi atas nilai-nilai pengharapan, kesederhanaan, dan inklusivitas.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan, tema tersebut mengajarkan kesetiaan dan kesiapan umat untuk mengikuti panggilan Tuhan. “Semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, semakin damai dan rukun dunia ini,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa jarak antara umat dan ajaran agama dapat memicu kerusakan baik pada manusia maupun alam.
Sebagai wujud rasa syukur dan komitmen terhadap nilai kebangsaan serta kerukunan antarumat beragama, panitia Natal Nasional menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, ekologis, dan seminar. Bakti sosial dilaksanakan di lima wilayah sejak 16 November hingga 23 Desember 2024, termasuk pembagian 427 paket sembako untuk korban bencana Gunung Lewotobi di NTT dan bantuan alat bantu disabilitas untuk lansia.
Di Manado, 300 paket sembako dan 24 alat bantu diberikan kepada penyandang disabilitas, sementara di Sukabumi, 150 paket sembako dan enam alat bantu disalurkan. Di Timika dan Asmat, panitia mendistribusikan 4.400 paket nutrisi tambahan, 50 kitab suci, dan tujuh alat bantu disabilitas untuk RS L.B. Moerdani.
Pada 15 Desember, aksi ekologis lintas agama digelar melalui Gerakan Peduli Muara Gembong di Bekasi, yang melibatkan bersih pantai, penanaman mangrove, dan bantuan untuk nelayan.
Puncak perayaan Natal Nasional 2024 diselenggarakan di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta tokoh agama, masyarakat, dan 11 ribu undangan umat Katolik dan Protestan.

































































