Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan kebutuhan besar akan pasokan bahan pangan hewani untuk menunjang keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, Indonesia memerlukan sedikitnya enam juta peternak baru mulai tahun depan agar tidak mengalami defisit telur dan ayam.
“Kalau kita tidak menambah minimal enam juta peternak baru tahun depan, kita akan mengalami shortage (kekurangan). Itu baru hitungan untuk pemberian telur ayam dua kali seminggu. Kalau mengikuti keinginan Pak Presiden agar lebih sering, kebutuhan akan lebih besar lagi,” kata Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (12/11).
Menurut Dadan, kebutuhan bahan pangan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terbilang sangat besar. Satu SPPG saja membutuhkan empat kandang ayam petelur dan sembilan kandang ayam pedaging.
“Untuk empat kandang ayam petelur dibutuhkan sekitar 18 hektare luas panen jagung, karena 50 persen pakan ayam berasal dari jagung,” ujarnya.
Selain itu, setiap dapur SPPG juga memerlukan sekitar 1,5 hektare kebun pisang untuk memenuhi kebutuhan buah dua kali seminggu, serta 32 kolam lele bila masyarakat di wilayah tersebut gemar mengonsumsi ikan air tawar.
Dadan menilai, besarnya kebutuhan bahan pangan itu justru membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. “Ini potensi ekonomi yang luar biasa. Bisa muncul wirausaha-wirausaha baru di sekitar SPPG,” katanya.
Ia menambahkan, BGN akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia agar pendanaan pembangunan peternakan dan pertanian dapat langsung menyasar masyarakat lokal.
“Saya setuju pendekatan pasokannya harus berbasis lokal. Danantara nanti bisa membiayai masyarakat sekitar dapur MBG supaya ekonomi lokalnya ikut tumbuh,” ucap Dadan.
Pendekatan lokal ini, menurutnya, sangat penting agar masyarakat desa menjadi bagian dari rantai pasok program MBG, mulai dari peternak ayam, pembudidaya ikan, hingga petani jagung dan pisang. “Kita butuh juga minimal satu juta ayam pedaging baru untuk diternakkan. Kalau tidak, pasokan juga bisa defisit,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Program ini diperkirakan akan meningkatkan konsumsi protein hewani nasional secara signifikan dan membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian serta peternakan.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari rencana besar hilirisasi sektor pangan dan pertanian yang melibatkan berbagai kementerian serta lembaga, termasuk Danantara Indonesia.
Menurut Amran, kebutuhan tambahan untuk menopang program MBG mencapai 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun. “Selain menjaga pasokan, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi desa dan menciptakan sekitar tiga juta lapangan kerja baru dalam empat tahun ke depan,” katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan peternakan ayam terintegrasi dapat dimulai pada awal 2026 setelah penyelesaian studi kelayakan.

































































