Jayapura — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata bagi dunia pendidikan di Papua. Di sejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong peningkatan kehadiran serta semangat belajar siswa.
Kepala SD YKP Ifar Babrongko di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Martha Ayakeding, menuturkan bahwa sejak MBG diterapkan, anak-anak lebih antusias datang ke sekolah. Bagi siswa yang tinggal di wilayah danau dengan keterbatasan ekonomi, makanan bergizi menjadi dorongan penting untuk tetap bersekolah secara rutin.
“Anak-anak merasa sangat terbantu. Kehadiran mereka meningkat dan mereka lebih bersemangat mengikuti pelajaran,” ujar Martha di Sentani, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, manfaat MBG tidak berhenti pada aspek kehadiran semata. Guru-guru juga merasakan perubahan pada konsentrasi dan daya tangkap siswa selama proses belajar mengajar. Anak-anak yang sebelumnya mudah lelah kini terlihat lebih fokus di kelas.
Martha menilai menu MBG sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi siswa. Ia berharap ke depan pengaturan waktu pembagian makanan dapat disesuaikan dengan jam istirahat agar semakin mendukung kegiatan belajar.
“Program ini membantu anak-anak yang sebelumnya berisiko mengalami kekurangan gizi. Dampaknya langsung terasa di kelas,” katanya.
Pemerintah daerah pun memastikan pengawasan terus dilakukan agar pelaksanaan MBG sesuai dengan standar yang ditetapkan. Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri menegaskan bahwa MBG merupakan kebijakan nasional yang harus dirasakan secara merata, termasuk di wilayah Papua.
“Ini adalah hak seluruh anak Indonesia. Kami memastikan program ini berjalan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan di SMP Negeri 2 Jayapura. Kepala sekolah Dorthea Carolien Enok menyampaikan bahwa sejak MBG dilaksanakan pada November 2025, mayoritas siswa menunjukkan respons positif.
Di sekolah tersebut, sebanyak 1.185 siswa telah menerima manfaat MBG sejak 8 November 2025. Dorthea menyebut, sejauh ini pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik dari sisi distribusi maupun kualitas makanan.
“Hampir seluruh siswa menikmati program ini. Selain membantu pemenuhan gizi, MBG juga membuat siswa lebih fokus belajar,” ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis di Papua kini dipandang bukan sekadar bantuan pangan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dengan keberlanjutan dan pengawasan yang konsisten, MBG diharapkan mampu menjadi fondasi penting bagi peningkatan pendidikan dan kesehatan anak-anak Papua.

































































