Jakarta – Amerika Serikat diproyeksikan menjadi magnet wisata global saat menjadi tuan rumah utama Piala Dunia 2026. Namun, di balik potensi ledakan kunjungan jutaan penggemar sepak bola, muncul peringatan tentang risiko perjalanan yang dipicu dinamika politik dan kebijakan imigrasi Washington.
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter secara terbuka mempertanyakan kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama turnamen sepak bola terbesar di dunia. Ia bahkan mengutip pernyataan pakar hukum dan antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth, yang menyarankan penggemar sepak bola untuk menimbang ulang rencana bepergian ke Negeri Paman Sam.
“Untuk para penggemar, hanya ada satu nasihat: jauhi AS,” tulis Blatter di media sosial, merujuk pandangan Pieth yang menilai menonton pertandingan dari rumah bisa lebih aman dan nyaman.
Pieth menyoroti potensi persoalan di pintu masuk imigrasi, di mana wisatawan asing berisiko dipulangkan jika dinilai tidak memenuhi kriteria oleh petugas. Ia juga mengkritik ketegangan politik internal serta operasi penegakan imigrasi yang dinilai dapat menciptakan rasa tidak aman bagi pelancong internasional.
Piala Dunia 2026 memang digelar bersama Kanada dan Meksiko, namun Amerika Serikat akan menjadi pusat utama turnamen, termasuk menggelar laga perempat final hingga final. Hal ini membuat AS diperkirakan menjadi destinasi utama jutaan wisatawan sepak bola dari seluruh dunia.
Isu geopolitik turut menambah kompleksitas, termasuk kontroversi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kawasan Arktik dan Greenland, yang memicu wacana boikot dari sejumlah pihak di Eropa. Kekhawatiran ini bahkan disuarakan oleh beberapa figur penting di dunia sepak bola Eropa.
Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam kekhawatiran global. Departemen Luar Negeri AS berencana meluncurkan sistem prioritas wawancara visa bagi pemegang tiket Piala Dunia, sementara otoritas menegaskan komitmen untuk menjamin keamanan dan kelancaran kunjungan wisatawan.
Presiden FIFA Gianni Infantino memperkirakan 5 hingga 10 juta orang akan datang langsung ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Meski demikian, pengamat menilai faktor politik, keamanan, dan kebijakan imigrasi akan menjadi variabel penting yang menentukan apakah euforia sepak bola dapat berjalan seiring dengan rasa aman bagi pengunjung internasional.

































































