Sukoharjo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyasar peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Rahmat (42), pemilik usaha roti rumahan di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sejak menjadi pemasok roti untuk program MBG, kapasitas produksi usahanya meningkat signifikan.
Sebelumnya, Rahmat hanya memproduksi sekitar 1.000 roti per hari. Namun setelah mendapat pesanan dari dapur MBG, jumlah produksi melonjak menjadi sekitar 2.500 roti setiap hari.
“Setelah ada pesanan MBG ini, sekitar 2.500 roti per hari. Sebelumnya paling sekitar 1.000-an,” ujar Rahmat dikutip dari radioidola.com, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, produk rotinya kini disuplai ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Gempeng Bulu dan SPPG Kelurahan Bulu.
Untuk kebutuhan program MBG, Rahmat memproduksi roti berukuran kecil dengan harga terjangkau, sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per buah. Produk tersebut disesuaikan dengan standar gizi yang telah ditetapkan dalam program.
Lonjakan permintaan tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di lingkungannya. Usaha yang sebelumnya dijalankan secara sederhana kini melibatkan lebih banyak pekerja.
Saat ini Rahmat mengelola usahanya bersama lima orang pekerja, termasuk dirinya dan sang istri. Tiga di antaranya merupakan tenaga kerja baru yang direkrut khusus untuk memenuhi pesanan MBG.
“Otomatis menambah pegawai karena kalau ditangani sendiri tidak mampu. Kami juga bisa memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar sini untuk membantu,” jelasnya.
Menurut Rahmat, tambahan pesanan tersebut tidak hanya meningkatkan omzet usaha, tetapi juga membantu perekonomian keluarganya, termasuk untuk membiayai pendidikan ketiga anaknya.
“Dengan adanya pesanan MBG ini penghasilan kami bertambah. Kebutuhan yang sebelumnya sulit terpenuhi sekarang alhamdulillah bisa tercukupi,” katanya.
Kisah Rahmat menjadi salah satu contoh dampak ekonomi dari pelaksanaan program MBG di tingkat lokal. Selain meningkatkan akses gizi bagi masyarakat, program ini juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut bahwa hingga Februari 2026, operasional dapur MBG di berbagai daerah telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja.
“Dengan sekitar 22.000 dapur yang beroperasi, kita sudah menciptakan satu juta lapangan kerja,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat.
Rahmat berharap program MBG dapat terus berjalan karena memberikan peluang bagi usaha kecil seperti miliknya untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat.
“Kalau bisa bertemu Pak Prabowo, saya ingin mengucapkan terima kasih. Program ini benar-benar membantu UMKM kecil seperti kami untuk tetap bertahan,” ujarnya.

































































