Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Keputusan tersebut diambil setelah Washington bersedia menangguhkan serangan militer dengan syarat Teheran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pengumuman disampaikan Trump melalui akun media sosial miliknya pada Selasa (7/4) malam waktu Amerika Serikat, hanya beberapa jam sebelum rencana serangan besar terhadap Teheran. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Amerika Serikat telah mencapai tujuan militernya sejak operasi dimulai pada 28 Februari, sehingga membuka peluang menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Trump juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Ia menyebut Pakistan berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Menurut Trump, gencatan senjata ini bersifat dua arah. Amerika Serikat akan menangguhkan pengeboman, sementara Iran diminta membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia, sehingga pembukaannya dinilai krusial bagi stabilitas kawasan.
Trump juga menyebut Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin yang diajukan Iran sebagai dasar negosiasi. Ia menilai sebagian besar perbedaan antara kedua negara telah mendekati titik temu. Masa gencatan senjata dua minggu akan dimanfaatkan untuk merampungkan kesepakatan damai yang lebih permanen.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. Ia menyatakan Iran siap memberikan akses perlintasan aman di Selat Hormuz selama periode gencatan senjata berlangsung.
Araghchi menegaskan bahwa Iran akan menghentikan operasi pertahanan jika serangan terhadap negaranya dihentikan. Ia juga menyebut koordinasi teknis akan dilakukan untuk memastikan pelayaran tetap aman selama dua minggu ke depan.
Pemerintah Iran turut menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang berperan dalam mendorong penundaan serangan pada menit-menit terakhir. Upaya diplomasi tersebut dinilai membantu membuka ruang dialog antara kedua pihak.
Dalam pernyataan terpisah, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengisyaratkan bahwa gencatan senjata berpeluang diperpanjang apabila perundingan lanjutan berjalan positif. Negosiasi selanjutnya diperkirakan akan digelar di Islamabad dalam beberapa pekan mendatang.
Kesepakatan sementara ini menjadi perkembangan penting di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Selain berpotensi meredakan konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz juga dipandang berdampak pada stabilitas perdagangan energi global.

































































