Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi pelaku usaha kecil. Dampak tersebut dirasakan para pekerja pabrik tahu di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seiring meningkatnya permintaan bahan makanan untuk dapur MBG.
Marianto, karyawan UMKM Laris Tahu Jaya di Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron, mengaku penghasilan pekerja meningkat setelah program MBG berjalan. Permintaan tahu untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat produksi pabrik naik signifikan.
“Semenjak program MBG, omzet meningkat. Dari sebelumnya produksi sekitar 1 ton, sekarang berangsur naik. Penghasilan kami yang bekerja di pabrik tahu juga meningkat,” ujarnya, Senin (20/4).
Sejak terlibat dalam program MBG, UMKM Laris Tahu Jaya berkolaborasi dengan sekitar 11 dapur SPPG di Kabupaten Ngawi. Produksi tahu yang sebelumnya sekitar 1 ton per hari kini meningkat menjadi 1,5 hingga 2 ton per hari.
Dua jenis produk yang paling banyak dipesan adalah tahu sayur dan tahu pong. Keduanya kerap menjadi pelengkap menu MBG sekaligus sumber protein nabati yang mendukung pertumbuhan anak serta menjaga kesehatan tulang dan gigi.
UMKM Laris Tahu Jaya sendiri telah beroperasi selama 15 tahun dan mendistribusikan produk ke berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi. Marianto yang telah bekerja selama satu dekade di pabrik tersebut berharap program MBG dapat terus berlanjut karena memberikan dampak nyata bagi pekerja.
Pemerintah menilai program MBG tidak hanya menghadirkan manfaat gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM sebagai pemasok bahan makanan. Dengan meningkatnya produksi, peluang kerja dan pendapatan masyarakat ikut terdorong.
Marianto pun berharap keberlanjutan program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi pekerja dan pelaku usaha kecil. “Terima kasih Pak Prabowo atas program MBG-nya, semoga ke depan semakin lancar,” ucapnya.

































































