Sukamara – Pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah mulai menunjukkan dampak nyata, tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada pergerakan ekonomi masyarakat.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Presisi Polres Sukamara-1, Destamana Khairul Tamam, menyatakan program ini memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk dapur MBG mendorong peningkatan permintaan dari supplier lokal dan hasil pertanian masyarakat.
Salah satu supplier buah, Ngadimin, mengaku mengalami kenaikan pendapatan sejak bergabung dalam program tersebut.
“Sebelum adanya MBG, penghasilan saya cukup stabil. Tapi sekarang meningkat signifikan karena ada pemesanan buah dalam skala besar hampir setiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, dampak ini juga dirasakan langsung oleh para petani. Sistem pemesanan bahkan sudah dilakukan sebelum masa panen.
“Sekarang sudah ada pre-order sebelum buah matang, jadi petani tidak khawatir lagi soal pemasaran,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan supplier sayur, Anwar Abidin. Ia menilai MBG membantu mengatasi persoalan klasik di sektor pertanian, terutama kelebihan produksi yang tidak terserap pasar.
“Dampaknya sangat terasa. Selain pendapatan meningkat, stok sayur yang biasanya melimpah sekarang bisa terserap sehingga mengurangi kerugian petani,” jelasnya.
Anwar juga mendorong petani untuk memperluas jenis tanaman agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan, perputaran ekonomi di tingkat lokal ikut terdorong. Program MBG dinilai tidak hanya memberi manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Para pelaku usaha berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut agar manfaat program ini semakin luas dan berkelanjutan. (Ant)

































































