Padang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan I 2026 mencapai 5,02 persen secara tahunan.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, terutama melalui pembangunan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pada Triwulan I 2026 kami mencermati adanya pembangunan fisik SPPG dan infrastruktur konektivitas lainnya. Ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB,” kata Nurul Hasanudin, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, investasi pembangunan dapur MBG beserta peralatan pendukung turut meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah. BPS mencatat PMTB Sumbar tumbuh 7,64 persen pada periode tersebut.
Selain pembangunan SPPG, pertumbuhan investasi juga ditopang percepatan pembangunan akses jalan pascabencana dan investasi sektor lainnya.
“PMTB menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan I 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menilai kehadiran SPPG telah membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Ia menyebut saat ini sudah ada 404 unit SPPG yang beroperasi di Sumbar dan jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga akhir 2026.
“Ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi Sumbar,” kata Majid.
Menurutnya, ekosistem MBG berbasis pangan lokal menciptakan rantai pasok yang melibatkan petani, peternak, hingga kelompok wanita tani secara berkelanjutan.
Kebutuhan bahan pangan seperti telur, ayam, dan hasil pertanian lainnya dinilai memberi efek berganda terhadap ekonomi desa sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.
“Program ini memberikan multiplier effect karena dapur-dapur membutuhkan pasokan pangan dari masyarakat,” ujarnya.
Majid juga melihat tumbuhnya investasi baru dari sektor perbankan dan pelaku usaha yang mulai masuk ke ekosistem SPPG. Selain memperkuat ekonomi lokal, program MBG dinilai ikut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat usia produktif di Sumbar.

































































