Jakarta – Antusiasme insan pers mengikuti Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (AJMHT) ke-52 tahun 2026 terus meningkat. Hingga Jumat (8/5), panitia mencatat sebanyak 662 karya jurnalistik telah masuk dari berbagai kategori lomba.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring masih terbukanya masa pengumpulan karya. Tren ini dinilai menjadi sinyal positif tingginya perhatian jurnalis terhadap isu pembangunan dan masa depan Jakarta.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, mengatakan AJMHT bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang penting bagi insan pers untuk merekam perjalanan dan perubahan Jakarta melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
“Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menghadirkan karya jurnalistik yang mampu merekam perubahan sosial, ekonomi, dan budaya Jakarta secara kritis dan konstruktif,” ujar Kesit dalam rapat persiapan di Markas PWI Jaya.
Tahun ini, AJMHT mengusung tema besar “Menyongsong 5 Abad Jakarta”, yang menjadi refleksi perjalanan panjang ibu kota menuju usia 500 tahun sekaligus penguat identitas Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.
Ketua AJMHT 2026, Arman Suparman, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan AJMHT tetap dipandang sebagai ruang strategis bagi jurnalis untuk menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki dampak sosial.
“Antusiasme peserta yang terus bertambah menunjukkan bahwa insan pers melihat AJMHT sebagai ruang strategis untuk menghadirkan karya yang berkualitas sekaligus berdampak sosial,” kata Arman.
Salah satu kategori yang menjadi sorotan tahun ini adalah Literasi Bank Jakarta, kategori khusus yang dinilai relevan dengan transformasi Jakarta menuju kota modern dan inklusif.
Menurut Arman, peran Bank Jakarta kini tidak hanya terbatas sebagai lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Bank Jakarta tidak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem ekonomi masyarakat, mulai dari dukungan terhadap UMKM hingga perluasan literasi keuangan,” ujarnya.
Dari data panitia per 8 Mei 2026, kategori foto menjadi yang paling diminati dengan 250 karya, disusul kategori teks sebanyak 182 karya dan televisi terestrial 106 karya.
Selain itu, tercatat 61 karya untuk kategori TV streaming, 40 infografis, 20 tajuk rencana, satu karya radio, serta dua karya pada kategori khusus “500 Tahun”.
Panitia berharap AJMHT ke-52 tidak hanya melahirkan karya-karya jurnalistik terbaik, tetapi juga menjadi dokumentasi penting perjalanan Jakarta menuju lima abad.
“Kami ingin karya-karya dari AJMHT mampu memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Jakarta, sekaligus menjadi catatan penting perjalanan kota ini,” tutup Arman.

































































