JAKARTA – Dunia musik internasional berduka. Penyanyi legendaris peraih Grammy, Peabo Bryson, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah beberapa waktu menjalani perawatan akibat stroke.
Kabar wafatnya musisi yang dikenal melalui sejumlah lagu romantis dan soundtrack film terkenal itu disampaikan pihak keluarga pada Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, keluarga menyebut Bryson mengembuskan napas terakhir dengan tenang didampingi orang-orang terdekat.
Kepergian Bryson menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang penyanyi yang telah mewarnai industri musik selama lebih dari lima dekade. Namanya dikenal luas melalui lagu-lagu R&B dan pop yang menjadi favorit lintas generasi.
Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya adalah duet ikonik dalam lagu “Beauty and the Beast” serta “A Whole New World” yang berhasil meraih penghargaan Grammy dan mendapat tempat istimewa di hati para penikmat musik dunia.
Selain dikenal lewat soundtrack film, Bryson juga melahirkan sejumlah lagu populer seperti “Feel the Fire”, “Can You Stop the Rain”, dan “If Ever You’re in My Arms Again” yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu vokalis terbaik dalam genre R&B kontemporer.
Beberapa hari sebelum kabar duka tersebut diumumkan, perwakilan keluarga sempat mengonfirmasi bahwa Bryson mengalami stroke dan sedang menjalani perawatan medis intensif. Sebelumnya, pada 2019, ia juga pernah mengalami serangan jantung dan berhasil melewati masa pemulihan.
Wafatnya Bryson kembali mengingatkan publik mengenai bahaya stroke yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di berbagai negara.
Stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini memerlukan penanganan darurat karena setiap menit keterlambatan dapat meningkatkan risiko kerusakan permanen pada jaringan otak.
Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain wajah tampak mencong, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, pusing hebat, hingga kehilangan keseimbangan.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa pengenalan gejala secara dini dan penanganan cepat menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
Meski telah berpulang, karya dan suara khas Peabo Bryson akan tetap hidup melalui lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik dunia. Warisan musiknya terus dikenang sebagai simbol kehangatan, romantisme, dan kualitas vokal yang menginspirasi banyak generasi penyanyi setelahnya.

































































