Mandalika — Pengamanan hari puncak MotoGP Mandalika 2026 pada Minggu pagi diperketat melalui pengerahan 2.678 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Ribuan personel tersebut disebar di 205 titik pengamanan, termasuk 42 pos pengamanan (Pospam), dalam rangka Operasi Mandalika Rinjani 2026.
Pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran jalannya balapan di Sirkuit Internasional Mandalika, tetapi juga mencakup perlindungan penonton, sterilisasi kawasan strategis, pengawasan ruang udara, pengaturan arus kendaraan, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Sejak pagi, Tim Gegana Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat bersama Satgas Tindak melaksanakan sterilisasi di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas penonton. Area tribun, kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), panggung hiburan, Bukit Jokowi, serta Bukit 360 menjadi bagian dari sasaran pemeriksaan untuk memastikan situasi tetap aman selama berlangsungnya agenda puncak balapan.
Pengawasan juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan dari penggunaan pesawat nirawak atau drone tanpa izin. Satgas Antidrone yang diperbantukan dari Korps Brimob Mabes Polri disiagakan mulai pukul 11.00 WITA, dengan pemantauan ruang udara telah dilakukan sejak pagi. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi aktivitas drone liar yang dapat mengganggu keamanan maupun kelancaran penyelenggaraan MotoGP.
Di sektor pengamanan tamu penting dan mobilitas penonton, personel ditempatkan di sejumlah jalur utama dan akses strategis. Personel BKO dari Polda Bali turut disiagakan di sekitar Gate 2 dan kawasan Bazar UMKM. Sementara itu, rekayasa lalu lintas dan penyekatan diterapkan di jalur Bypass Mandalika serta Sengkol dengan mempertimbangkan kategori stiker kendaraan dan warna gelang penonton.
Pengaturan tersebut menjadi bagian penting untuk mengendalikan arus kendaraan sekaligus mencegah penumpukan massa di akses menuju kawasan sirkuit. Dengan tingginya aktivitas penonton pada hari puncak, koordinasi antarpersonel di lapangan menjadi faktor penting agar mobilitas masyarakat tetap tertib tanpa mengganggu jalannya pertandingan.
Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat turut menjadi perhatian. Basarnas menyiagakan tiga unit helikopter di helipad kawasan sirkuit untuk mendukung kemungkinan evakuasi medis melalui jalur udara apabila terjadi kecelakaan balap atau situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Dari sisi pengawasan, lebih dari 300 titik kamera CCTV digunakan untuk memantau pergerakan massa dan arus kendaraan secara waktu nyata melalui pusat komando. Sistem tersebut membantu petugas memperoleh gambaran situasi di berbagai lokasi sekaligus mendukung koordinasi dalam merespons potensi gangguan.
Pengerahan personel lintas instansi, sterilisasi kawasan, pengawasan udara, dan pemantauan berbasis CCTV menunjukkan bahwa pengamanan MotoGP Mandalika 2026 dilakukan melalui pendekatan berlapis. Seluruh unsur diharapkan mampu menjalankan tugas secara terpadu sehingga rangkaian kegiatan puncak MotoGP berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi pembalap, penyelenggara, maupun masyarakat yang hadir.
































































