Sulaimaniyah – Irak mengonfirmasi kematian perdana dari virus korona covid-19, dengan total kasus mencapai 31 per hari ini, Rabu 4 Maret 2020. Korban pertama adalah seorang tokoh agama berusia 70 tahun asal kota Sulaimaniyah.
“Seorang ulama meninggal (akibat virus corona) Rabu ini,” ucap seorang juru bicara pemerintahan otonom Kurdi Irak, seperti dikutip dari The Straits Times.
Menurut keterangan beberapa sumber lokal, pasien diketahui sempat bertemu sejumlah warga Irak yang baru pulang dari Iran. Iran merupakan salah satu negara di luar Tiongkok yang mencatat angka kasus dan kematian tinggi akibat covid-19.
Virus corona covid-19 pertama kali muncul di provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Varian baru virus korona itu kini telah muncul di lebih dari 60 negara.
Jumlah kasus covid-19 di Iran telah melampaui 2.300 dengan 77 kematian. Angka kematian tersebut sempat menjadi yang tertinggi di luar Tiongkok, sebelum kemudian disusul Italia dengan 79 korban.
Berdasarkan data terbaru situs pemantau John Hopkins CSSE, angka kematian global akibat covid-19 mencapai 3.198 dengan total kasus menyentuh 93.455. Sementara jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19 telah melampaui 50 ribu.
Sementara itu, sekitar delapan persen dari total jumlah anggota parlemen Iran telah dinyatakan positif terjangkit virus korona covid-19.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Iran Abdul Reza Misri mengonfirmasi bahwa 23 anggota parlemen di negaranya telah terjangkit covid-19. Selain angka kematian tertinggi di luar Tiongkok, Iran juga menjadi negara dengan jumlah pejabat terbanyak yang terjangkit virus korona.
Dua pejabat senior Iran telah dinyatakan meninggal usai terjangkit covid-19. Mereka adalah Hadi Khosroshahi, mantan duta besar Iran untuk Vatikan, dan Mohammad Mirmohammadi, penasihat untuk Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sementara dari semua pejabat Iran yang terjangkit korona, salah satunya adalah wakil presiden. Pejabat terbaru yang terjangkit korona di negara tersebut adalah Pirhossein Kolivand, Kepala Dinas Medis Darurat Iran.(FER)

































































