Jakarta – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, menyelenggarakan webinar dengan tema pemanfaatan media digital dalam menangkal radikalisme.
Anggota Komisi I DPR RI HM. Syaiful Bahri Anshori, yang menjadi narasumber menyampaikan, perkembangan internet dan aplikasi digital sangat cepat di Indonesia yang memiliki dampak positif dan negatif.
“Internet dan media digital disalahgunakan untuk kegiatan penyebaran hoaks, radikalisme, penipuan, pornografi, bullying, prostitusi, SARA, ujaran kebencian, narkoba, dan lainnya”, ujar Syaiful dalam keterangannya, Selasa (3/4).
Menurut Syaiful, maraknya pemanfaatan dunia siber tidak hanya bertujuan untuk meraih keuntungan ekonomi, namun ruang siber juga dipergunakan untuk kepentingan politik dengan tujuan menyebarluaskan pemikiran ideologi radikal.
Hal ini terlihat dari adanya perekrutan kelompok teroris yang menggunakan media sosial hingga tersebarnya konten-konten radikal.
“Medsos sangat rentan digunakan sebagai media untuk menyebarkan paham radikalisme, mengajak aksi radikal dan menciptakan bibit terorisme,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jember Rahmah Saidah menyatakan, seluruh elemen masyarakat dapat menangkal pemikiran radikal dengan cara memposting konten-konten positif.
Ia menegaskan, perkembangan media sosial dan teknologi digital perlu diimbangi dengan peningkatan kecerdasan dan kesantunan penggunanya. Karena itu, perlu dilakukan edukasi pengguna internet yang terus menerus ke masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Harapannya, dampak negatif dari media sosial seperti penyebaran radikalisme, terorisme dan lainnya, menjadi berkurang.
“Selanjutnya perlu kerjasama seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga dan keluarga dengan terus menanam benih benih kemanfaatan di media sosial,” ujar Rahmah Saidah.
Staff Khusus Menteri Kominfo RI berharap seluruh komponen bangsa dapat menangkal bahaya kelompok radikal.
“Seluruh komponen bangsa dapat menangkal faham kelompok radikal. Kaum agamawan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” ujarnya Rosarita Niken.

































































