Palu – Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya menembak mati satu tersangka teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masuk daftar pencarian orang (DPO), Askar alias Jaid alias Pak Guru. Dia ditembak mati di Dusun Salubanga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Askar melawan saat hendak ditangkap oleh tim Satgas Madago Raya di Dusun Salubanga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Betul Satgas Madago Raya mengamankan salah satu DPO MIT,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (27/4).
Menurutnya, polisi yang bertugas sempat meminta Askar menyerahkan diri saat hendak ditangkap. Namun, kata Dedi, tersangka itu tidak menghiraukan imbauan dari Satgas Madago Raya dan memberikan perlawanan yang diklaim membahayakan keselamatan petugas.
“DPO teroris tersebut melakukan tindakan melemparkan body vest berwarna loreng ke anggota pos sekat yang diduga bom. Akhirnya, anggota melakukan tindakan tegas kepolisian terhadap DPO teroris sehingga DPO teroris meninggal dunia,” jelasnya.
Saat ini buron dari jaringan teroris MIT di wilayah Poso hanya tersisa tiga orang. Dengan tewasnya Askar, polisi tinggal mengejar dua buronan lainnya. Keduanya ialah Nae alias Galuh alias Mukhlas dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Pimpinan jaringan teroris ini, Ali Kalora, sebelumnya telah tewas tertembak dalam kontak senjata pada Sabtu (18/9/2021) lalu.
Satgas Madago Raya pun telah menyebar foto dan identitas buronan itu ke sejumlah lokasi. Mereka meminta agar masyarakat yang mengetahui keberadaan empat DPO tersebut agar segera menghubungi Polres Poso melalui nomor 085298562999, Polres Sigi 082190690191, atau Polres Parimo melalui 082260088723.

































































