Solo – Seluruh masyarakat diajak untuk bersinergi untuk mencegah radikalisme sekaligus menciptakan iklim damai di Indonesia. Ajakan itu disampaikan akademisi sekaligus pakar terorisme, Dr Amir Mahmud. Menurutnya, terciptanya kedamaian dan ketenangan masyarakat harus dipahami seluruh elemen anak bangsa.
“Untuk itulah, hendaknya bersama-sama aparat keamanan yakni Polri kita menciptakan iklim damai, jauh dari tindakan-tindakan anarkis maupun mengarah ke konflik,” kata Amir Machmud di Solo, Selasa (11/10/2022).
Direktur Amir Mahmud Centre Surakarta itu memaparkan, radikalisme tidak pernah berhenti untuk mengembangkan visi dan misi dalam rangka mencapai tujuan konflik di sebuah negara. Karena itu sangat disayangkan jika masyarakat tidak memahami apa yang terjadi di lingkungan sekitar.
Apalagi, akhir-akhir ini muncul isu yang terkait dengan Islamfobia ketika aparat keamanan memberikan langkah preventif maupun menjalankan langkah hukum yang profesional.
“Ternyata banyak masyarakat yang tetrkena gorengan isu-isu itu yang senantiasa membuat perpecahan anak bangsa. Nah inikan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
“Hari ini muncul proses keretakan dan kebencian kepada aoa yang seharusnya menjadi kedamaian di masyarakat. Untuk itu saya mengajak semua masyarakat bersama aparat keamanan untuk bersinergi menjaga kesejukan dan keamanan,” tambah Amir Machmud.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga berbagai event internasional yang digelar di Indonesia, salah satunya KTT G20 yang akan berlangsung di Bali. “Kami mengimbau untuk senantiasa menciptakan kondisi aman damai dan jauh dari tindakan anarkis, termasuk mengarah ke konflik. Karena itulah Indonesia Raya,” tandas Amir Machmud.

































































