Jakarta – United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC) atau Kantor Penanganan Obat-obatan dan Kriminal PBB dinilai berkontribusi dalam mendukung upaya penanggulangan terorisme di Indonesia melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
“Kemitraan dengan UNODC telah berkontribusi melahirkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE),” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rycko Amelza Dahniel, dalam keterangannya terkait Pertemuan Bilateral antara BNPT dengan Direktur Eksekutif UNODC di Wina, Austria, pada Selasa (30/5/2023).
Rycko mengatakan, UNODC memiliki peran penting dalam mendorong aksesi dan ratifikasi konvensi dan protokol terkait terorisme di Indonesia.
Diantaranya melalui penyelenggaraan Grup Forum Diskusi atau Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait di Indonesia untuk mendorong aksesi Protected Persons Convention (IPP Convention di 1973) dan the Hostage Taking Convention (1979).
Sekain itu Rycko mengapresiasi kesempatan yang diberikan UNODC Indonesia terhadap dua staf BNPT yang saat ini diperbantukan di UNODC.
“Hal itu dipandang penting bagi BNPT dalam rangka memperkuat kapasitas personal dalam bekerja dengan organisasi internasional,” kata Kepala BNPT.
Dengan peran dan kolaborasi antar lembaga yang telah dilakukan selama ini, UNODC dinilai telah menjadi mitra penting BNPT dalam penanggulangan terorisme di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif UNODC Ghada Waly menekankan pentingnya edukasi dan peran tokoh agama dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.
“Edukasi dan peran religious leaders dalam penanggulangan kejahatan terorisme penting dalam upaya penanggulangan terorisme,” ujarnya.
Menurut Ghada, kerja sama dan kemitraan BNPT dengan UNODC tidak hanya terjalin dengan kantor pusat di Wina, tetapi juga dengan kantor regional Bangkok dan UNODC Indonesia, melalui berbagai program.
Kolaborasi tersebut antara lain melalui SEAN-PVE Network; STRIVE Juvenile; FTF Frontline and Cross-Border activities; serta Chemical Weapons Terrorism.

































































