Garut – Gempa yang berpusat di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (18/9/2024) pagi menyebabkan 39 orang mengalami luka ringan dan 13 lainnya mengalami luka berat.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Bambang Imanudin.
”Di Kabupaten Bandung, ada 39 orang yang terluka ringan dan 13 orang dengan luka berat,” kata Bambang saat memantau dampak gempa di Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, Garut, Rabu sore.
Bambang menjelaskan bahwa hingga saat ini, dua kabupaten yang terkena dampak gempa adalah Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Kertasari, dan Kabupaten Garut di Kecamatan Pasirwangi, yang mengalami kerusakan paling parah.
“Di Bandung, hampir 500 rumah terdampak, sedangkan di Garut sudah lebih dari 300 rumah, dan jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah,” ungkapnya.
BPBD berencana untuk mendirikan tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat di beberapa lokasi, termasuk di Garut. Kepala BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar, menambahkan bahwa beberapa rumah telah masuk kategori rusak berat dan tidak disarankan untuk dihuni.
Karena itu, pihaknya sedang mengkaji untuk membangun tenda darurat. “Kita lihat tempatnya, apakah nanti tenda keluarga atau tenda pengungsian,” ujarnya.

































































