Jakarta – PDIP merespons kritik terhadap kabinet Merah Putih di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang dianggap terlalu besar karena banyaknya menteri dan wakil menteri. Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, percaya bahwa Prabowo telah melakukan perhitungan matang dalam pembentukan kabinetnya.
“Dari perspektif kami di DPR, apa pun keputusan Presiden, struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) sudah disiapkan dengan baik dan peraturan presiden (perpres) juga cepat disusun. Ini menunjukkan bahwa presiden telah mempertimbangkan arah kebijakan yang ingin dicapai dengan cepat, karena beliau ingin segera mulai bekerja,” ujar Said di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Said, yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR 2019-2024, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pemerintahan Prabowo saat ini. Ia berharap Prabowo dapat mengevaluasi kinerja para menterinya setiap enam bulan atau satu tahun.
“Kami memang telah mempersiapkan anggaran tersebut, termasuk dana cadangan yang diizinkan oleh UU APBN. Kami yakin jika semua berjalan lancar sesuai yang diharapkan oleh Bapak Presiden, kebijakan yang diorkestrasi akan mencerminkan visi beliau. Kami berharap Bapak Presiden dapat melakukan evaluasi terhadap kabinet ini dalam waktu enam bulan atau satu tahun,” jelasnya.
Said juga meminta agar semua pihak memberi kesempatan kepada pemerintahan Prabowo untuk membuktikan kinerjanya. Ia yakin Prabowo akan terus melakukan evaluasi terhadap pemerintahannya.
“Karena jika kita sudah menghakimi (kabinet) presiden terlalu besar sebelum ada hasil, itu tidak adil. Mari beri kesempatan, dan saya yakin Bapak Presiden juga akan melakukan evaluasi,” tambahnya.

































































