• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Lawan 3 Dosa Besar Pendidikan, Sekolah Damai Perkuat Siswa dan Santri dengan Nilai Perdamaian

Lawan 3 Dosa Besar Pendidikan, Sekolah Damai Perkuat Siswa dan Santri dengan Nilai Perdamaian

November 6, 2024
Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

July 30, 2026
Kantor Kemkomdigi Digeledah, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Dukung Pengusutan Mafia Judi Online

Algoritma dan Narasi Jadi Senjata Baru Kelompok Radikal di Ruang Digital

July 30, 2026
Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

July 30, 2026
Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

July 30, 2026
Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

July 30, 2026
Menkes Minta Proses Sertifikasi Higiene SPPG Dipermudah Demi Cegah Kasus Keracunan MBG

Kemenkes Siapkan Riset Nasional, Dampak Program MBG terhadap Gizi Anak Akan Diukur

July 30, 2026
Bukan Konten, Fitur Sosial Gim Jadi Celah Penyebaran Radikalisme

Ancaman Radikalisme Digital Kian Kompleks, Komdigi: Kolaborasi Jadi Kunci

July 30, 2026
Cegah Paparan Radikalisme Digital, Sekolah di Kabupaten Cirebon Perketat Aturan Membawa Ponsel

Cegah Paparan Radikalisme Digital, Sekolah di Kabupaten Cirebon Perketat Aturan Membawa Ponsel

July 30, 2026
Pemerintah Siapkan 13.000 Dapur MBG Baru, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas

Pemerintah Siapkan 13.000 Dapur MBG Baru, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas

July 29, 2026
Jawa Timur Matangkan RAD PE, Duta Damai BNPT Dorong Kolaborasi dan Edukasi Digital

Jawa Timur Matangkan RAD PE, Duta Damai BNPT Dorong Kolaborasi dan Edukasi Digital

July 29, 2026
Contract Farming Dinilai Perbesar Dampak MBG bagi Petani, Peternak, dan Desa

Contract Farming Dinilai Perbesar Dampak MBG bagi Petani, Peternak, dan Desa

July 29, 2026
Cerita Rakyat Direkonstruksi Jadi Media Pendidikan Toleransi bagi Siswa Madrasah

Cerita Rakyat Direkonstruksi Jadi Media Pendidikan Toleransi bagi Siswa Madrasah

July 29, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Kantor Kemkomdigi Digeledah, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Dukung Pengusutan Mafia Judi Online

    Algoritma dan Narasi Jadi Senjata Baru Kelompok Radikal di Ruang Digital

    Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

    Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

    Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

    Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

    Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

    Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

    Menkes Minta Proses Sertifikasi Higiene SPPG Dipermudah Demi Cegah Kasus Keracunan MBG

    Kemenkes Siapkan Riset Nasional, Dampak Program MBG terhadap Gizi Anak Akan Diukur

    Bukan Konten, Fitur Sosial Gim Jadi Celah Penyebaran Radikalisme

    Ancaman Radikalisme Digital Kian Kompleks, Komdigi: Kolaborasi Jadi Kunci

    Cegah Paparan Radikalisme Digital, Sekolah di Kabupaten Cirebon Perketat Aturan Membawa Ponsel

    Cegah Paparan Radikalisme Digital, Sekolah di Kabupaten Cirebon Perketat Aturan Membawa Ponsel

    Pemerintah Siapkan 13.000 Dapur MBG Baru, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas

    Pemerintah Siapkan 13.000 Dapur MBG Baru, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas

    Jawa Timur Matangkan RAD PE, Duta Damai BNPT Dorong Kolaborasi dan Edukasi Digital

    Jawa Timur Matangkan RAD PE, Duta Damai BNPT Dorong Kolaborasi dan Edukasi Digital

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

      Banjir Gol, Sikat Prancis 6-4 Inggris Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

      Banjir Gol, Sikat Prancis 6-4 Inggris Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

      ‘Kami Sudah Sangat Dekat’, Kane Ungkap Kesedihan usai Inggris Tersingkir

      ‘Kami Sudah Sangat Dekat’, Kane Ungkap Kesedihan usai Inggris Tersingkir

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Suara Jalanan untuk MBG: Antara Kritik, Dukungan, dan Harapan Perbaikan

        Suara Jalanan untuk MBG: Antara Kritik, Dukungan, dan Harapan Perbaikan

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Daerah

        Lawan 3 Dosa Besar Pendidikan, Sekolah Damai Perkuat Siswa dan Santri dengan Nilai Perdamaian

        by admin
        November 6, 2024
        in Daerah, News
        0
        Lawan 3 Dosa Besar Pendidikan, Sekolah Damai Perkuat Siswa dan Santri dengan Nilai Perdamaian
        520
        SHARES
        1.5k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Makassar – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan inovasi dalam memberikan penguatan pada generasi muda dalam rangka pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Salah satunya melalui program Sekolah Damai yang bertujuan memperkuat para siswa dan santri tingkat SLTA/MA sederajat dengan nilai-nilai perdamaian untuk melawan tiga dosa besar dunia pendidikan di Indonesia yaitu intoleransi, kekerasan, dan bullying.

        “Sekolah Damai merupakan salah satu dari tujuh program prioritas BNPT tahun 2024. Kami berharap melalui program ini, para siswa, santri, dan para pendidik memiliki kemampuan dalam melawan tiga dosa besar dunia pendidikan di Indonesia yaitu intoleransi, kekerasan, dan bullying,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, MA, saat membuka kegiatan Sekolah Damai melalui workshop “Pelajar Cerdas Cinta Damai, Tolak Intoleransi, Kekerasan, dan Bullying” di Pondok Pesantren IMMIM Putra Makassar, Rabu (6/11/2024).

        Menurut Irfan, tiga dosa besar dunia pendidikan itu menjadi momok bagi perdamaian dan kelancaran proses belajar dan mengajar di satuan pendidikan. Tidak hanya itu, tiga dosa besar itu menjadi cikal bakal seseorang anak didik menjadi radikal atau bahkan terlibat dengan terorisme.

        “Makanya dengan Sekolah Damai ini, kita ajak seluruh siswa, santri, dan para tenaga pendidikan untuk memiliki nilai-nilai perdamaian. Pasalnya, ada kelompok orang yang salah dalam memahami pesan-pesan Tuhan, dan hanya dipahami secara sepotong-potong dalam mengartikannya sehingga timbul sikap intoleransi, kemudian menjadi radikalisme, dan terorisme,” papar Prof Irfan.

        Lebih lanjut, Prof Irfan menguraikan bahwa dalam ajaran agama, umat dilarang berlebihan dalam beragama. Ini penting karena bila berlebihan atau ekstrem, tentu akan bertentangan dengan nilai-nilai agama yang melarang kekerasan, apalagi sampai melakukan pembunuhan.

        Ia mencontohkan, jangankan beragama secara ekstrem, orang sangat takut dengan cuaca ekstrem yang bisa merusak segala hal.

        “Begitu juga dengan klaim kelompok-kelompok yang suka mengkafirkan orang yang berbeda, dengan mengatasnamakan jihad, lalu melakukan aksi bom bunuh diri. Padahal dalam Alquran disebut 41 kata jihad, tapi tidak ada yang menyuruh untuk bunuh diri,” jelas Irfan.

        Ia mengaku gembira kegiatan Sekolah Damai di Ponpes IMMIM ini dihadiri 300 santri dan siswa. Mereka terdiri dari 235 santri Ponpes IMMIM dan 65 siswa/siswa sekolah di sekitar seperti SMAN 21 Makassar, SMAN 23 Makassar, SMAN 3 Makassar, MA Ats-Tsabats, MA PP Madinah, dan MA Ummul Mukminin. Kegiatan ini digelar dengan kolaborasi BNPT, Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Sulsel, Kakanwil Kemenag Sulsel, dan Duta Damai Sulsel.

        Irfan mengungkapkan, alasan utama kenapa siswa dan santri, sebagai generasi muda menjadi sasaran utama program Sekolah Damai. Menurutnya, tidak lepas dari keprihatinan dari hasil survei Setara Institute, dimana 83,3 persen generasi muda menyatakan Pancasila bukan ideologi bangsa Indonesia yang permanen alias bisa diganti. Ini tentu saja harus menjadi perhatian bersama karena Indonesia adalah negara bangsa, bukan negara agama.

        “Kita harus prihatin dengan hasil survei itu. Makanya kita harus melakukan berbagai upaya agar jangan sampai anak-anak kita, para siswa dan santri ikut-ikutan meyakinai bahwa Pancasila bisa diganti. Mereka harus paham bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa telah menjadi kesepakatan para founding fathers bangsa. Dan didalamnya telah jelas bahwa dalam Pancasila telah terinternalisasi nilai-nilai agama,” terang Irfan.

        Ia menguraikan bahwa generasi muda seharusnya bangga dengan Indonesia dengan segala keragamannya. Bahkan banyak negara iri karena Indonesia bisa bersatu meski terdiri dari ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, ratusan suku, enam agama yang diakui, dan masih banyak lagi. Bandingkan dengan Korea, dimana mereka hanya satu daratan terbagi menjadi dua negara. Begitu juga dengan Rusia yang satu daratan terbagi beberapa negara bagian. Juga Yugoslavia, Czekoslavia, bahkan di Timur Tengah atau meski satu bahasa mereka terpecah menjadi 10 negara. 

        “Kami tidak pernah untuk mengimbau seluruh anak bangsa untuk selalu berkumpul dalam komunitas damai dan tetap bersatu padu. Perbedaan itu adalah sunatullah,” tukasnya.

        Kemudian, lanjut Prof Irfan, masih dari survei Setara Institute, 56,3 generasi muda setuju hukum agama menjadi landasan bernegara. Padahal jelas, Indonesia bukan negara agama, tapi negara bangsa. Pun dengan hasil 61,1 persen setuju penggunaan atribut agama di satuan pendidikan.

        Menurut Prof Irfan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya menyatakan tiga dosa besar pendidikan yaitu intolernasi, kekerasan, dan bullying banyak terjadi di satuan pendidikan. Bahkan di media sosial banyak berseliweran konten-konten kekerasan dan bullying di satuan pendidikan, dimana banyak guru yang sudah tidak dihormati siswa. Lalu bila guru memberi hukuman, mereka justru dilaporkan ke kepolisaan dengan tuduhan penganiayaan.

        “Mari kita belajar karakter mengapa terjadi kekerasan dan mari kita pahami bersama, bahwa tiga dosar besar pendidikan boleh terjadi di satuan pendidikan. Mari kita jaga sekolah kita, Sekolah Damai harus mewarnai kebijakan di sekolah-sekolah,” tandasnya.

        Workshop Pelajar Cerdas Cinta Damai juga menghadirkan narasumber mantan napiter Suryadi Mas’ud. Pria asli Makassar ini dikenal memiliki jabatan mentereng sebagai Ambassador ISIS Asia Tenggara. Ia tiga kali keluar masuk penjara dan sekarang telah bertobat berikrar kembal setia kepada NKRI dan aktif membantu pemerintah melakukan program deradikalisasi.

        Pada kesempatan itu Suryadi bercerita bagaimana ia terpapar dengan paham radikal terorisme. Itu berawal dari masalah keluarga yang dialami ketika berada di bangku SMA. Dalam keadaan terguncang ia tida tahu harus mengadu ke mana karena di rumah tidak mendapat perhatian. Ia pun akhirnya memilih masjid sebagai tempat untuk menumpahkan kegundahannya.

        Ironisnya, di masjid itulah, ia bertemu pendakwah yang notebene adalah perekrut kelompok teroris Repubik Persatuan Islam Indonesia (RPII) negara yang dideklarasikan Kahar Muzakar.

        “Dari sana saya bergaul dengan banyak orang, lalu datang juga pengusung paham wahabi yang akhirnya saya mengkafirkan orang tua saya setelah mendapat doktrin dari ustaz-ustaz wahabi,” ungkapnya.

        Salah satu doktrinya, kata Suryadi, bahwa thogut ada lima. Salah satunya adalah orang yang membuat hukum dan berhukum selain dengan hukum Allah. Dari situ dinarasikan bahwa bapak saya yang seorang TNI itu kafir dan Pancasila kafir. Ia pun tidak mau sekolah dan tidak mau mengikuti pelajaran PMP atau PPKN.

        Karena itu, Suryadi menyarankan agar para guru di satuan pendidikan tidak membiarkan kegiatan Rohis di sekolah. Pasalnya, Rohis sering disusupi dengan ustaz-ustaz muda yang menarik anak-anak muda, padahal mereka adalah ustaz wahabi.

        Setelah itu, lanjutnya, ia mulai bergabung dengan kelompok teroris dan akhirnya bergabung dengan Al Qaeda di Moro, Filipina. Di sana ia ikut berperang dan dilatih menggunakan senjata dan membuat bom. Selama kiprahnya, Suryadi pernah terlibat dalam Bom Bali 1 sebagai pengirim bahan baku bom, juga bom McDonald Makassar dan serangan teroris di Sarinah, Thamrin. 

        Ia pun harus tiga kali keluar masuk penjara. Dan titik baliknya ketika ia mendekam di penjara Super Maximun di Lapas Pasir Putih. Di situ ia dimasukkan sel sendirian dan hanya enam bulan sekali baru bisa melihat matahari. Di sana ia banyak membaca buku-buku dari para alim ulama dan dari sanalah pencerahan itu datang, dimana ia sadar bahwa apa yang dilakukan selama ini salah dan tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

        Ia pun berpesan kepada para siswa dan santri agar mencintai Indonesia sepenuhnya. Juga agar para generasi muda mendekat pada ulama moderat, agar memiliki pemahaman agama yang baik.

        “Cintai orang tua, guru, meski punya kesalahan. Cintai sesamu, bantulah yang terdzolimi meski tidak seagama. Raihlah cita-cita dengan bersekolah dengan baik, jangan membalas kedzoliman dengan kedzoliman yang lain. Jangan mudah terprovokasi dengan keadaan di dalam dan di luar negeri,” pesan Suryadi mengakhiri paparannya.

        Narasumber lain Faraby Ferdiansyah (PMD BNPT) dan Koordinator Duta Damai Sulawesi Selatan Abdi Tabah Ramadan. Hadir dalam kegiatan itu Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kolonel Cpl Hendro Wicaksono, SH, MKrim, Kasie Penggalangan Letkol Inf. Arifuddin Tundung MSi, Kepala Sekolah SMA/MA IMMIM Dr. Sarlin, dan Direktur IMMIM Ustadz Muhammadiyah Yunus. Kegiatan itu juga diwarnai dengan lomba menggambar dengan tema tolak intoleransi, kekerasan dan bullying dengan media ember yang diikuti seluruh sekolah yang hadir.

        Tags: 3 dosa besar pendidikanbnptBullyingintoleransikekerasanPelajar Cerdas Cinta Damaipondok pesantren IMMIMProf Irfan IdrisSekolah DamaiSulawesi Selatansulsel
        Share208Tweet130Share52
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        July 30, 2026
        Kantor Kemkomdigi Digeledah, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Dukung Pengusutan Mafia Judi Online

        Algoritma dan Narasi Jadi Senjata Baru Kelompok Radikal di Ruang Digital

        July 30, 2026
        Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

        Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

        July 30, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019