Jakarta – Polisi masih memburu pelaku utama dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Bhabinkamtibmas Aipda Ibrohim dan seorang warga berinisial MY di Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Polisi mengimbau agar pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri.
“Ada satu tersangka yang masih belum tertangkap. Kami mengimbau Tersangka DM, yang telah ditetapkan sebagai DPO, agar menyerahkan diri. Jika tidak, kami akan mengambil tindakan tegas,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Ahmad Fuady kepada wartawan, Rabu (4/12/2024).
Saat ini, polisi telah menangkap enam orang yang tergabung dalam kelompok remaja yang sedang nongkrong di lokasi kejadian. Namun, dua orang pelaku utama masih diburu, yakni yang melakukan penyiraman air keras dan yang menyediakan cairan tersebut.
“Dua orang masih dalam pengejaran (DPO). Mereka adalah pelaku penyiraman dan penyedia air keras,” ujar Fuady.
Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap aparat penegak hukum dan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Kami tidak akan menolerir kekerasan terhadap aparat dan akan berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Peristiwa ini terjadi pada Senin (2/12) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Aipda Ibrohim sedang patroli dan menemukan sekelompok remaja yang sedang berkumpul di lokasi. Ibrohim pun meminta mereka untuk membubarkan diri, namun mereka tidak mematuhi permintaannya, bahkan setelah tembakan peringatan diberikan.
“Korban melihat sekumpulan remaja sedang nongkrong dan meminta mereka membubarkan diri. Karena tidak ada respons, korban memberi tembakan peringatan, lalu mereka membubarkan diri,” kata Fuady.
Namun, salah seorang remaja kemudian menghampiri Ibrohim dan menyiramkan air keras ke arah tubuhnya. Akibatnya, Ibrohim mengalami luka bakar pada tangan dan kepala belakang.
“Tak lama setelah itu, seorang remaja mendekati korban dan menyiramkan cairan ke arahnya, menyebabkan luka bakar. Pelaku penyiraman masih kami buru,” ujar Fuady.
Selain Ibrohim, seorang warga setempat yang kebetulan berada di dekatnya juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

































































