Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kini terbukti memberi dampak ganda: memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Dengan mengutamakan rantai pasok berbasis daerah, program ini membuka peluang usaha bagi petani, nelayan, pedagang pasar, hingga pelaku usaha mikro pengolahan makanan. Peningkatan permintaan bahan pangan di tingkat desa dan kelurahan menjadikan MBG sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang nyata.
Data dari berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan bahwa MBG telah menjadi saluran penting bagi produk UMKM lokal, sekaligus menyerap tenaga kerja baru di banyak wilayah.
Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurrahman menilai peran pelaku usaha kecil dan menengah sangat vital dalam ekosistem MBG.
“Banyak UMKM di seluruh Indonesia terlibat langsung sebagai pemasok kebutuhan ribuan dapur umum MBG,” ujar Maman.
Menurutnya, dukungan anggaran pemerintah diarahkan agar dampak ekonomi program ini terasa hingga ke akar rumput. Sebagian besar dana MBG digunakan untuk membeli bahan baku dari pelaku usaha lokal, menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang memperkuat ekonomi desa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan bahwa MBG bukan hanya soal gizi, tetapi juga tentang memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru.
“Program ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tapi juga memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berdaya,” jelasnya.
Dari sisi pelaksanaan, Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.
“Keterlibatan komunitas lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi MBG benar-benar dirasakan secara merata,” kata Dadan.
Sejumlah pelaku UMKM yang terhubung dengan rantai pasok MBG mengaku omzet usaha meningkat dan akses pasar menjadi lebih stabil. Pemerintah pun mencatat bahwa realisasi belanja BGN untuk program ini berfungsi sebagai stimulus sektor riil, terutama bagi usaha mikro dan kecil di daerah.

































































