Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Asosiasi Pengusaha Industri Mikro, Kecil, dan Menengah Nusantara (APIMSA) berkolaborasi dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini melahirkan gerakan MBG-Preneur, sebuah inisiatif yang menggabungkan misi gizi nasional dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan investasi sosial masyarakat, bukan sekadar bantuan pemerintah,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Ia menyampaikan apresiasi kepada APIMSA atas komitmen dan kolaborasi dalam memperkuat pelaksanaan program ini.
Dadan menambahkan, MBG diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di daerah, di antaranya melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat.
“Setiap kabupaten akan memiliki kantor pelayanan gizi. Saat ini, ada 33 ribu kepala SPPG, 409 ahli gizi, dan 190 satuan pelayanan yang sudah aktif. Hingga kini, lebih dari 1,8 miliar porsi MBG telah tersalurkan,” jelasnya.
Sinergi untuk Ekonomi Sirkular
Ketua Umum APIMSA Neng Eem menyampaikan, kerja sama ini sejalan dengan visi APIMSA untuk memperkuat perekonomian rakyat berbasis sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“APIMSA menjadi rumah besar bagi para pengusaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Nusantara. Kami ingin memastikan ekonomi sirkular benar-benar berjalan melalui pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Neng Eem, APIMSA siap mendampingi pelaksanaan MBG terutama di bidang penguatan ekonomi produktif, agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan dukungan pemerintah, harus ada hasil nyata yang memberi umpan balik bagi semua pihak. Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kebijakan besar ini, serta kepada BGN atas kolaborasinya. APIMSA siap mengelola SPPG di berbagai daerah,” tegasnya.
Peresmian SPPG di Banten: Awal Gerak MBG-Preneur
Dalam kesempatan yang sama, BGN bersama APIMSA meresmikan SPPG binaan APIMSA di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa Subadri mengatakan, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang manfaat Program MBG.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya konsep dan manfaat MBG. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman sekaligus menghadirkan semangat MBG-Preneur,” ujarnya.
Dengan sinergi pemerintah dan pelaku usaha kecil, MBG kini bukan hanya tentang gizi — tetapi juga tentang kemandirian ekonomi dan pemberdayaan bangsa dari akar rumput.

































































