Kebumen – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kebumen diproyeksikan menggerakkan dana hingga Rp 2 triliun per tahun, seiring pesatnya pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat kunjungan kerja ke Kebumen, Senin (12/1/2026). Dari target 190 unit SPPG, sebanyak 142 unit telah beroperasi, sementara 48 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp 10–11 miliar per tahun. Jika seluruh target tercapai, perputaran dana MBG di Kebumen hampir menyentuh Rp 2 triliun pada 2026,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan, sekitar 70 persen anggaran MBG dialokasikan untuk belanja bahan pangan. Jika kebutuhan tersebut dipenuhi dari produk lokal, dampaknya dinilai sangat besar bagi perekonomian daerah.
“Secara nasional, perputaran uang MBG mencapai Rp 855 miliar per hari. Ini peluang besar untuk menggerakkan koperasi, UMKM, hingga BUMDes,” katanya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyebut program MBG mulai dirasakan manfaatnya oleh petani dan pedagang pasar. Pemerintah daerah mendorong dapur-dapur MBG agar memprioritaskan belanja di pasar rakyat dan langsung dari petani lokal.
“Komoditas Kebumen seperti sayuran dan buah lokal harus menjadi prioritas. Ini bukan hanya soal gizi, tapi juga kesejahteraan petani,” ujarnya.
Manfaat tersebut diakui pedagang Pasar Tumenggungan, Susi, yang mengaku omzetnya meningkat sejak menjadi pemasok dapur MBG.
“Dari satu yayasan saja, omzet saya bisa Rp 7 juta per minggu. Sangat membantu pedagang kecil,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Tani Mulyo, Mochamad Imam Mursyid, juga menyebut pendapatan petani meningkat hingga 20 persen karena bisa memasok langsung ke SPPG tanpa perantara.
“Sekarang harga lebih stabil dan petani mendapat keuntungan yang lebih layak,” ujarnya.

































































