Bogor – Pengusaha nasional Jusuf Hamka mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal dan memberi manfaat luas bagi generasi muda Indonesia.
“Janganlah kita berprasangka. Negeri ini sedang membangun,” ujar Jusuf saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi anak selama menempuh pendidikan. Ia menilai berbagai kritik dan masukan yang muncul justru menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan.
“Membangun ini butuh segala sesuatu, tentunya bukan segala sesuatu yang sempurna,” katanya.
Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku UMKM dan petani dalam rantai pasok pangan.
Pemerintah menargetkan MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga 2029. Pada tahap awal pelaksanaan, anggaran sebesar Rp71 triliun dialokasikan untuk menjangkau 19,47 juta anak sekolah dan ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia.
Menanggapi isu yang menyebut program tersebut menggunakan anggaran pendidikan, Jusuf menilai anggapan itu tidak tepat.
“Kalau MBG dibilang haram karena menggunakan anggaran pendidikan atau apa segala macam, tidak begitu saya pikir,” tuturnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Philips Vermonte sebelumnya menegaskan bahwa pendanaan MBG bersumber dari alokasi APBN di luar anggaran pendidikan. Dengan demikian, pelaksanaan program tersebut tidak mengganggu anggaran prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Agama.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa dana MBG bukan berasal dari pemotongan anggaran kementerian lain. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan arahan langsung presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.































































