Teheran – Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Laporan yang dikutip dari Associated Press menyebutkan, kabar kematian itu diumumkan secara resmi pada Minggu (1/3). Khamenei dilaporkan meninggal dunia saat serangan menghantam kantornya di Teheran.
Televisi pemerintah Iran menyatakan, wafatnya Khamenei di kantor resminya menjadi simbol bahwa ia “berdiri di antara rakyatnya dan berada di garis depan tanggung jawabnya” dalam menghadapi apa yang disebut pejabat Iran sebagai bentuk “arogansi global”.
Pemerintah Iran bereaksi keras atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi, kabinet menegaskan bahwa serangan itu merupakan “kejahatan besar” dan bersumpah akan memberikan respons tegas. “Kejahatan besar ini tak akan pernah dibiarkan tanpa balasan,” demikian pernyataan yang disampaikan otoritas setempat.
Sebelumnya, rumor mengenai kondisi Khamenei sempat beredar luas setelah serangan terjadi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lebih dulu menyatakan kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut melalui media sosial Truth. Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa Khamenei telah tewas.
Pernyataan senada juga disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengaku meyakini bahwa Khamenei tidak selamat dalam serangan tersebut. Netanyahu sebelumnya menyebut ada indikasi kuat bahwa pemimpin tertinggi Iran itu menjadi target utama.
Peristiwa ini berpotensi memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah, mengingat posisi strategis Iran dalam dinamika geopolitik regional dan global. Dunia kini menanti perkembangan lebih lanjut terkait dampak politik dan keamanan pasca-serangan tersebut.

































































