Ambon – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Ambon menghadirkan pesan yang lebih luas dari sekadar perayaan keagamaan. Di tengah suasana lebaran, lima tokoh lintas agama berkumpul dalam satu ruang, mempertegas kuatnya jalinan persaudaraan di Maluku.
Mereka menyambangi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Yamin, di kediaman resminya pada Sabtu (21/3/2026). Pertemuan ini menjadi simbol hidupnya nilai toleransi yang telah lama mengakar di daerah tersebut.
Para tokoh yang hadir mewakili beragam umat beragama, mulai dari Katolik, Buddha, Hindu, Protestan, hingga Islam. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formal, tetapi juga bentuk nyata komitmen menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Dalam suasana penuh kehangatan, mereka saling berjabat tangan, bertukar ucapan selamat, dan bermaafan. Momen tersebut memperlihatkan bahwa Idulfitri mampu menjadi ruang bersama yang melampaui sekat-sekat keyakinan.
Yamin menegaskan bahwa Idulfitri bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga momentum sosial yang memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Ini adalah ruang kebersamaan. Silaturahmi lintas iman seperti ini menjadi bukti bahwa masyarakat Maluku hidup dalam harmoni,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang harus dirawat untuk membangun kehidupan yang damai.
Menurutnya, menjaga toleransi tidak cukup dengan wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti yang terlihat dalam pertemuan tersebut.
Kehangatan yang tercipta dalam silaturahmi ini menjadi refleksi bahwa Maluku terus bergerak sebagai wilayah yang mampu merawat keberagaman menjadi energi persatuan. Dari Ambon, pesan tentang pentingnya persaudaraan lintas iman kembali ditegaskan—bahwa damai bisa tumbuh ketika perbedaan dirangkul, bukan dijauhkan.

































































