JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah menegaskan pentingnya penguatan Pancasila sebagai pandangan hidup di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Langkah tersebut dinilai krusial agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terpengaruh nilai-nilai transnasional yang berkembang melalui ruang digital.
Hal itu disampaikan dalam webinar bertema tantangan ideologi di era modern yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Komisi I DPR RI, Rabu (15/4/2026).
“Tantangan ideologi saat ini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga hadir melalui ruang digital yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Sarifah.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi memungkinkan masuknya berbagai ideologi secara cepat tanpa batas geografis. Karena itu, penguatan nilai Pancasila perlu dilakukan secara adaptif dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi kebangsaan.
Dalam forum yang sama, narasumber R. Niken W menekankan bahwa penguatan ideologi harus dimulai dari internalisasi pada tingkat individu. Menurutnya, Pancasila tidak cukup dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut nilai-nilai kebangsaan perlu diterjemahkan dalam interaksi sosial yang inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, narasumber lainnya, Muhammad Taufik, menyoroti pentingnya pendekatan yang relevan bagi generasi muda melalui konsep “Pancasila di Ujung Jari”. Ia menilai literasi digital menjadi kunci dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus konten di media sosial.
Menurutnya, literasi digital yang memadai dapat membantu masyarakat membedakan informasi yang valid dan hoaks sekaligus mencegah penetrasi ideologi asing yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Melalui penguatan nilai Pancasila dan peningkatan literasi digital, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa di tengah dinamika era digital.

































































