Cilacap – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab tantangan sosial-ekonomi. Sosialisasi terbaru digelar di Taman Tatto, Kabupaten Cilacap, Minggu (3/5), dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari legislatif hingga masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, menegaskan bahwa MBG tidak bisa dipandang sebagai program bantuan biasa. “Program ini bukan sekadar bagi-bagi pangan. Ini investasi besar untuk menciptakan generasi sehat dan unggul,” ujarnya.
Ia juga menilai komitmen Prabowo Subianto dalam mengawal program ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun fondasi SDM nasional. Menurutnya, manfaat MBG tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi.
“Serapan tenaga kerja bisa meningkat. Kita berharap kesejahteraan masyarakat ikut terdorong, apalagi di tengah gelombang PHK di berbagai sektor,” kata Teti.
Program MBG yang mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 menyasar kelompok prioritas, seperti pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Fokus utama program ini adalah menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, MBG diharapkan tidak hanya memperbaiki kesehatan publik, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian pangan di daerah.

































































