Yogyakarta – Upaya memutus mata rantai penyebaran radikalisme tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga lewat pendampingan terhadap anak-anak yang terdampak jaringan terorisme. Langkah itu kembali diperkuat di Yogyakarta melalui program pembinaan khusus bagi anak korban radikalisme, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DIY ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Eko Agus Wibowo untuk memberikan bimbingan keagamaan yang menekankan nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian.
Pendekatan humanis menjadi fokus utama dalam pendampingan tersebut. Anak-anak yang pernah terdampak atau terpapar paham radikal diajak memahami ajaran agama secara utuh agar tidak mudah kembali terseret ideologi intoleran maupun kekerasan atas nama agama.
Program ini digelar oleh Balai Perlindungan Perempuan dan Anak DIY bersama Kanwil Kementerian Agama DIY sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman radikalisme.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa pencegahan radikalisme membutuhkan peran bersama, tidak hanya aparat keamanan tetapi juga institusi pendidikan, keluarga, dan tokoh agama.
Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan anak-anak yang pernah terdampak dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama moderat, menjunjung toleransi, dan mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.

































































