JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama UNICEF meluncurkan Dashboard Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah memperkuat tata kelola program melalui sistem pemantauan berbasis data. Platform digital ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akurasi, serta efektivitas pelaksanaan MBG bagi anak-anak di Papua.
Sistem yang mendapat dukungan dari China International Development Cooperation Agency (CIDCA) tersebut dirancang untuk memantau seluruh rangkaian pelaksanaan program, mulai dari rantai pasok bahan pangan, operasional dapur, distribusi makanan, hingga data penerima manfaat.
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Papua, Aminuddin Muhammad Ramdan, mengatakan dashboard tersebut menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap kebijakan terkait Program MBG disusun berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dashboard ini mengelola seluruh data yang berkaitan dengan Program MBG, mulai dari rantai pasok bahan makanan hingga penerima manfaat. Harapannya, setiap keputusan yang diambil pemerintah benar-benar berbasis data, akurat, tepat sasaran, dan dapat ditindaklanjuti dengan cepat apabila ditemukan permasalahan di lapangan,” ujar Aminuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).
Menurutnya, sistem digital tersebut juga akan memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga proses evaluasi dan penyelesaian kendala dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.
Komitmen serupa disampaikan Pemerintah Provinsi Papua. Melalui Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanis Walilo, yang membacakan sambutan Gubernur Papua, peluncuran dashboard dinilai sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan menuju sistem yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi digital.
Pemerintah daerah memandang Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pangan anak sekolah, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua.
“Data yang tersaji harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan terukur,” kata Yohanis.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jayapura, Djimmy Yomaiwi Douw, menjelaskan bahwa dashboard memungkinkan pemantauan aktivitas setiap dapur penyedia makanan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Dengan sistem tersebut, apabila terjadi kendala operasional di lapangan, petugas dapat segera mengidentifikasi lokasi permasalahan dan mengambil langkah penanganan tanpa harus menunggu laporan manual.
“Melalui dashboard ini kita bisa mengetahui aktivitas setiap dapur, mulai dari proses penyediaan makanan hingga distribusinya ke sekolah. Jika terjadi kendala di lapangan, informasi dapat segera diketahui sehingga penanganannya lebih cepat,” ujar Djimmy.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi melalui platform digital juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG. Orang tua murid maupun pemangku kepentingan lainnya dapat memantau perkembangan program secara lebih transparan, sehingga akuntabilitas penyelenggaraan layanan gizi semakin meningkat.
Peluncuran Dashboard Satgas MBG menjadi salah satu upaya memperkuat tata kelola program melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dengan dukungan data yang terintegrasi dan dapat dipantau secara real-time, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua semakin efektif, responsif terhadap berbagai kendala di lapangan, serta mampu memastikan manfaat program diterima secara tepat sasaran oleh anak-anak yang membutuhkan.

































































