JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan berakhirnya kehadiran militer AS di Irak pada Kamis (1/10/2026).
Melalui Truth Social, Trump menyatakan pasukan terakhir AS sedang meninggalkan Irak.
“Hari ini, dengan bangga saya umumkan bahwa pasukan Amerika terakhir sedang meninggalkan Irak,” tulis Trump.
Trump menyebut keputusan ini menutup operasi panjang yang dimulai sejak invasi 2003 di era Presiden George W. Bush dan berlanjut pada 2014 melalui koalisi internasional melawan ISIS.
Menurutnya, misi utama telah tercapai setelah ISIS kehilangan wilayah kekuasaannya. “Hari ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan besar atas ISIS,” kata Trump.
Dalam pengumumannya, Trump juga memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri baru Irak Ali al-Zaidi yang disebutnya sebagai sosok hebat dan teman yang didukungnya sejak awal. “Ini adalah hari yang luar biasa bagi Amerika dan, yang terpenting, kita meninggalkan Irak dengan perdana menteri baru yang hebat, Ali al-Zaidi,” ujarnya.
Penarikan ini ditandai dengan keberangkatan tertib pasukan dan peralatan koalisi dari Pangkalan Udara Erbil di Irak utara, yang menandai berakhirnya misi Operation Inherent Resolve. CENTCOM menyebut pasukan AS telah menyelesaikan kepergian dari Erbil Air Base.
Trump membandingkan proses ini dengan penarikan dari Afghanistan pada 2021, dengan menyebut kali ini sebagai “keberangkatan yang tertib” dan bukan seperti di Afghanistan yang meninggalkan peralatan militer.
“Saya menetapkan misi yang jelas, memberikan sarana kepada para komandan untuk menyelesaikannya, dan menolak membiarkan kehadiran sementara berubah menjadi kehadiran permanen,” kata Trump.(RF)































































