AMBON – Kerukunan dan toleransi antarumat beragama menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon. Untuk memperkuat nilai-nilai tersebut, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, mengajak warga binaan lintas agama untuk saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menghargai perbedaan keyakinan.
Ajakan itu disampaikan Hesta saat bertemu dan memberikan arahan kepada warga binaan di Gereja Eklesia dan Masjid An-Nur, Rabu (21/10). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi staf pembinaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, damai, dan harmonis.
Hesta menegaskan, keberagaman agama dan keyakinan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian, solidaritas, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Kerukunan dan toleransi merupakan hal penting yang harus terus kita jaga bersama, terlebih di tengah keberagaman agama dan keyakinan. Saya berharap seluruh warga binaan dapat saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Hesta.
Menurut dia, pembinaan yang menanamkan nilai toleransi tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban selama warga binaan menjalani masa pembinaan. Nilai-nilai tersebut juga diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat dan membangun hubungan sosial yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.
“Melalui pembinaan ini, kita ingin menciptakan lingkungan Lapas yang aman, damai, dan harmonis, sehingga setiap warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan baik serta menjadikan nilai-nilai toleransi sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” lanjutnya.
Selain menekankan pentingnya kerukunan, Hesta mengingatkan seluruh warga binaan agar menjaga ketertiban serta menghormati hak setiap orang dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Kebebasan menjalankan ibadah, menurut pesan pembinaan tersebut, perlu berjalan beriringan dengan sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.
Penerapan sikap toleran di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat menjaga hubungan baik di antara warga binaan yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda. Dengan demikian, perbedaan tidak menjadi sumber perselisihan, melainkan kesempatan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih terbuka dan saling mendukung.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan pelaksanaan fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga pembinaan karakter. Kehadiran Kalapas bersama staf pembinaan menjadi bagian dari komitmen Lapas Perempuan Ambon untuk mendampingi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan secara berkelanjutan.
Salah seorang warga binaan berinisial C mengaku pertemuan itu semakin memperkuat pemahamannya mengenai pentingnya hidup rukun dan menghargai perbedaan agama. Ia juga menyampaikan bahwa perhatian dari jajaran lapas memberikan dukungan bagi warga binaan untuk menjalani pembinaan dengan baik.
“Melalui pertemuan ini, kami semakin memahami pentingnya menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan agama. Kami merasa diperhatikan dan didukung untuk menjalani pembinaan dengan baik,” ujar C.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun selama berada di dalam lapas dapat terus dipertahankan, sehingga para warga binaan mampu membawa nilai-nilai positif tersebut ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
“Harapan kami, kebersamaan dan toleransi ini terus terjaga sehingga kami dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pembinaan lintas agama ini, Lapas Perempuan Kelas III Ambon berupaya meneguhkan toleransi sebagai bagian dari pembentukan karakter warga binaan. Kerukunan di lingkungan lapas diharapkan tidak berhenti sebagai upaya menjaga suasana tetap kondusif, tetapi juga menjadi fondasi bagi kehidupan bermasyarakat yang menghargai perbedaan

































































