Jakarta -Ulama kondang Kiai Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal Gus Miftah melakukan orasi kebangsaan di Aula SMK Negeri 2 Kota Kediri, Selasa (26/7/2022). Kegiatan ini merupakan amanah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) didukung sejumlah kementerian dan BUMN untuk menanggulangi radikalisme di kalangan pelajar. Kota Kediri merupakan titik ke-11 dari 72 titik se-Indonesia.
“Kami mendapatkan amanah dari bapak Presiden untuk memberikan pemahaman dan penanggulangan radikalisme di kalangan pelajar mahasiswa terutama para milenial,” ujar Gus Miftah.
Kehadiran sosok pengasuh Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, ini tidak asing di kalangan anak muda. Oleh karena itu, dia mengajak kepada seluruh pelajar SMK, untuk hidup beragama dan berbangsa dengan menyenangkan.
Dalam kajian ini juga digelar tanya jawab serta Gus Miftah tidak lupa membagikan kaos dan uang bagi para pelajar yang aktif bertanya. Salah satu penerima door prize, saat salah satu siswi bertanya bahwa bagaimana menyikapi isu bahwa dirinya dituduh menjual diri.
“Kalau kata saya, orang lain saja peduli akan kejelekanmu apalagi kebaikanmu, jadi tidak usah dipedulikan,” ucapnya disambut tepuk tangan ratusan pelajar.
“Kita semua punya kewajiban menanamkan jiwa nasionalisme, tetap mencintai Pancasila sebagai ideology,” tutur Gus Miftah.
Menurutnya, masa depan bangsa Indonesia jauh lebih besar dari masa lalunya. “Mudah-mudahan silaturahmi ini tetap terjaga sehingga kemudian kita mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala,” ucap Gus Miftah
Usai acara, Gus Miftah melanjutkan acara yang sama di Kota Malang. Namun bertanya lokasi kantin dan kemudian bergegas menuju sesuai arah diberikan sejumlah siswa. Dia pun kemudian memborong semua dagangan makanan ringan di kantin tersebut.
“Saatnya ekonomi bangkit,” ucapnya sambil tertawa.
Kepala SMK Negeri 2, Hadi Sugiharto menyampaikan ucapan terima kasih atas digelarnya acara ini. Menurutnya ini merupakan kegiatan positif dan memberikan wawasan kepada anak didiknya. “Untuk memupuk nilai-nilai kebangsaan mulai sedikit demi sedikit terkikis. Dengan orasi kebangsaan dari Gus Miftah ini, paling tidak memberikan support lagi kepada siswa. Wawasan anak-anak semakin lebih luas lagi untuk lebih mencintai tanah air, bangsa dan negaranya,” ujarnya.
































































