Jakarta – Semua kementerian koordinator (kemenko) kini bertugas sebagai koordinator untuk Sekretariat Bersama (Sekber) Moderasi Beragama, sebuah inisiatif yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMPSDM) Kementerian Agama (Kemenag), Suyitno, menjelaskan bahwa Sekber memiliki tanggung jawab besar, yaitu mengoordinasikan pelaporan dan kegiatan terkait Penguatan Moderasi Beragama di berbagai lembaga.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemenag baru-baru ini meluncurkan API-MB (Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama). Melalui aplikasi ini, setiap kementerian atau lembaga dapat melaporkan aktivitas mereka dalam implementasi moderasi beragama. “Aplikasi ini memungkinkan kementerian/lembaga untuk memantau dan melaporkan aktivitas moderasi beragama secara transparan,” ujar Suyitno dalam laporan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Sekber dan Peluncuran Grand Design Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Suyitno juga menyatakan bahwa acara ini menjadi momen penting dalam menunjukkan pencapaian dalam pengelolaan konflik secara konstruktif, seiring dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia mengungkapkan bahwa data global menunjukkan adanya risiko besar terkait konflik antarnegara yang menjadi salah satu perhatian publik, selain kekerasan dan kejahatan lainnya. “Kami berharap risiko-risiko tersebut dapat dihindari,” tambahnya.
Dia juga menyebutkan kekhawatiran akan rendahnya pemahaman tentang Pancasila di kalangan pelajar, berdasarkan data dari Setara Institute yang mengungkapkan bahwa 83% pelajar Indonesia merasa Pancasila bisa diganti. Angka ini cukup mengkhawatirkan, terutama karena mayoritas berasal dari Generasi Z. “Ini menunjukkan bahwa tantangan dalam memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat besar,” kata Suyitno.
Menurutnya, langkah preventif lebih diperlukan daripada kuratif untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa inovasi telah dilakukan, seperti penyelenggaraan Festival Film dan Festival Musik Moderasi Beragama, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat.
Suyitno juga menjelaskan langkah-langkah inovatif yang telah dilakukan BMBPSDM untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kemenag, salah satunya dengan menggelar MOOC (Massive Open Online Course), yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui pembelajaran daring.
Kegiatan Rakor Sekber dan Peluncuran Grand Design Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag dibuka oleh Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, dengan keynote speech dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno. Acara ini juga dihadiri oleh peserta dari berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam Sekber.































































