• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG

Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG

August 14, 2026
BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

August 14, 2026
Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

August 14, 2026
Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

August 14, 2026
Data MBG Diintegrasikan dengan Dukcapil, BGN Kejar Penyaluran Tepat Sasaran

Data MBG Diintegrasikan dengan Dukcapil, BGN Kejar Penyaluran Tepat Sasaran

August 14, 2026
Dorong Pendekatan Humanis dalam Deradikalisasi, BNPT: Bukan Sekadar Menghukum Tapi Bagaimana Memulihkan

Dari Keluarga hingga Dunia Maya, Strategi Baru BNPT Hadapi Ekstremisme yang Makin Adaptif

August 14, 2026
Anak Rentan Terpapar Ideologi Kekerasan di Dunia Maya, Babel Perkuat Sistem Pencegahan

Anak Rentan Terpapar Ideologi Kekerasan di Dunia Maya, Babel Perkuat Sistem Pencegahan

August 14, 2026
Mendag Ungkap Peran MBG dalam Menyerap Produksi Telur dan Daging Ayam

Mendag Ungkap Peran MBG dalam Menyerap Produksi Telur dan Daging Ayam

August 13, 2026
BNPT Perkuat Kemandirian Pesantren Eks JI Al-Muttaqin Jepara

BNPT Perkuat Kemandirian Pesantren Eks JI Al-Muttaqin Jepara

August 13, 2026
Penyintas Bom Kuningan: Jangan Balas Kekerasan dengan Kekerasan

Penyintas Bom Kuningan: Jangan Balas Kekerasan dengan Kekerasan

August 13, 2026
BGN Buka Kanal Pengaduan Khusus Guru untuk Awasi Pelaksanaan MBG

BGN Buka Kanal Pengaduan Khusus Guru untuk Awasi Pelaksanaan MBG

August 13, 2026
Eks Pesantren JI di Jepara Diminta Bangun Lingkungan Bebas dari Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

Eks Pesantren JI di Jepara Diminta Bangun Lingkungan Bebas dari Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

August 13, 2026
65 Calon Paskibraka Lamandau Disiapkan Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Persatuan

65 Calon Paskibraka Lamandau Disiapkan Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Persatuan

August 13, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

    BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

    Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

    Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

    Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

    Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

    Data MBG Diintegrasikan dengan Dukcapil, BGN Kejar Penyaluran Tepat Sasaran

    Data MBG Diintegrasikan dengan Dukcapil, BGN Kejar Penyaluran Tepat Sasaran

    Dorong Pendekatan Humanis dalam Deradikalisasi, BNPT: Bukan Sekadar Menghukum Tapi Bagaimana Memulihkan

    Dari Keluarga hingga Dunia Maya, Strategi Baru BNPT Hadapi Ekstremisme yang Makin Adaptif

    Anak Rentan Terpapar Ideologi Kekerasan di Dunia Maya, Babel Perkuat Sistem Pencegahan

    Anak Rentan Terpapar Ideologi Kekerasan di Dunia Maya, Babel Perkuat Sistem Pencegahan

    Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG

    Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG

    Mendag Ungkap Peran MBG dalam Menyerap Produksi Telur dan Daging Ayam

    Mendag Ungkap Peran MBG dalam Menyerap Produksi Telur dan Daging Ayam

    BNPT Perkuat Kemandirian Pesantren Eks JI Al-Muttaqin Jepara

    BNPT Perkuat Kemandirian Pesantren Eks JI Al-Muttaqin Jepara

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Ekonomi

        Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG

        by admin
        August 14, 2026
        in Ekonomi, Nasional, News
        0
        Pengamat Dukung Pembenahan Internal BGN: MBG Harus Transparan hingga Tingkat SPPG
        495
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        JAKARTA — Langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan pembenahan internal, termasuk menertibkan dan mengevaluasi pejabat serta pegawai, dinilai menjadi langkah progresif untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Guru Besar Sosiologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Prof. Dr. Drs. Trubus Rahardiansah P., S.H., M.S., M.H., mengatakan pembenahan sumber daya manusia (SDM) di internal BGN penting untuk memastikan program strategis pemerintah tersebut berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

        “Menurut saya, ini merupakan satu langkah inovatif dalam membenahi tata kelola Program MBG. Dari sisi human resources, apa yang dilakukan Sudaryono sangat progresif,” kata Trubus di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

        Menurut dia, pembenahan internal tidak cukup hanya dilakukan melalui penertiban pegawai. Pengawasan terhadap kualitas makanan yang sampai ke penerima manfaat juga harus diperkuat.

        Salah satunya melalui pelibatan sekolah dalam memastikan makanan yang diterima siswa berada dalam kondisi layak konsumsi. BGN sendiri belakangan mendorong penguatan peran guru dan tenaga kependidikan dalam literasi gizi serta pengawasan makanan MBG.

        “Misalnya menu MBG sebelum dibagikan kepada anak-anak, guru harus melihat kualitasnya. Dapur SPPG juga harus memastikan makanan itu benar-benar layak. Selama ini persoalan menu secara terbuka belum banyak disentuh,” ujarnya.

        Trubus menilai pengawasan di tingkat sekolah dapat menjadi salah satu lapisan kontrol untuk mendeteksi makanan yang tidak sesuai standar sebelum dikonsumsi siswa. Namun, menurut dia, mekanisme tersebut tetap harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengawasan yang lebih besar, bukan untuk menggantikan tanggung jawab pengelola SPPG.

        “Kalau kualitas makanannya tidak sesuai, harus cepat dikembalikan atau ditolak. Artinya, diperlukan penguatan peran guru, tetapi juga pengawasan yang tegas dari level bawah,” katanya.

        Selain aspek keamanan pangan, Trubus menilai keberadaan SPPG seharusnya tidak hanya dipandang sebagai dapur penyedia makanan. SPPG juga memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya.

        Dia mengatakan kewajiban SPPG membeli bahan pangan dan kebutuhan logistik dari lingkungan sekitar dapat menciptakan hubungan saling ketergantungan antara pengelola MBG dengan UMKM, koperasi, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.

        “Dapur MBG itu memberikan kemanfaatan publik. Ada UMKM, koperasi, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar yang ikut bergerak. Kalau dapur MBG membeli logistik dari sekitar, akan tercipta hubungan saling ketergantungan dan rasa memiliki,” tutur Trubus.

        Karena itu, dia meminta BGN memperkuat hubungan dengan para mitra SPPG melalui regulasi yang memberikan kepastian usaha. Hal lain yang dinilai penting adalah transparansi pengadaan dan penggunaan anggaran MBG.

        Trubus mengatakan publik perlu mengetahui secara lebih terbuka komponen biaya dalam setiap menu yang diberikan kepada penerima manfaat. Transparansi tersebut diperlukan agar masyarakat dapat ikut mengawasi apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas makanan.

        “Misalnya setiap menu itu biayanya berapa, harus dibuka. MBG terdiri dari nasi, telur, daging, sayur dan sebagainya. Itu menjadi standar untuk menentukan apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” ujarnya.

        Menurut dia, kualitas makanan dapat menjadi salah satu indikator awal untuk melihat kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam pengadaan.

        “Kalau kualitasnya rendah, tentu harus dipertanyakan apakah ada perilaku koruptif. Karena itu sistem pengadaan dan penganggaran barang dan jasa harus dibuka,” katanya.

        Trubus juga mendorong agar setiap SPPG memiliki mekanisme keterbukaan mengenai penggunaan anggaran sehingga dapat diakses dan diawasi publik.

        Dia menyoroti persoalan pembayaran kepada sebagian mitra SPPG yang dinilai perlu mendapat perhatian. Menurutnya, jangan sampai mitra telah mengeluarkan modal dan menjalankan pelayanan, tetapi pembayaran atau kompensasinya mengalami keterlambatan.

        “Jangan sampai mitra sudah berdarah-darah mengeluarkan uang, tetapi belum mendapatkan kompensasi. Ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.

        Untuk menekan potensi penyimpangan, Trubus mendorong penggunaan sistem digital dalam pengadaan, pembayaran, hingga pelaporan.

        “Digitalisasi penting untuk mengurangi perilaku korupsi. Memang pada akhirnya faktor integritas tetap menentukan, tetapi dengan sistem digital ruang untuk penyimpangan dapat ditekan,” katanya.

        Trubus juga menilai pengawasan MBG tidak bisa hanya bertumpu pada BGN di tingkat pusat. Pemerintah daerah harus dilibatkan secara aktif karena pelaksanaan SPPG berada di wilayah masing-masing.

        Menurut dia, kepala daerah, DPRD, serta perangkat pemerintah daerah perlu memiliki ruang yang jelas dalam mengawasi pelaksanaan MBG.

        “Pengawasan harus melibatkan pemerintah daerah. Ada kepala daerah, ada DPRD. SPPG itu ada di daerah, sehingga pemerintah daerah juga harus ikut mengawasi,” katanya.

        Menurut Trubus, persoalan MBG bukan hanya menyangkut kualitas makanan, tetapi juga potensi perilaku koruptif. Karena itu, rantai pengawasan harus dibangun dari tingkat pusat hingga daerah dan sekolah.

        Dia menambahkan, tanggung jawab hukum juga harus ditegaskan ketika terjadi masalah serius, terutama apabila kelalaian dalam pengelolaan SPPG menyebabkan penerima manfaat mengalami keracunan.

        “Kalau sampai menimbulkan keracunan, harus ada tanggung jawab. Pengelola SPPG harus bertanggung jawab secara hukum. Ini bagian penting, harus ada tanggung jawab penuh dari pengelola,” ujarnya.

        BGN sendiri dalam beberapa pekan terakhir memperketat pengawasan terhadap SPPG dan keamanan pangan. BGN juga telah mengumumkan penutupan permanen sejumlah dapur MBG yang dinilai tidak layak serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

        Di sisi lain, Trubus mendukung langkah refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat MBG agar anggaran negara benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

        Dia menilai program akan lebih efektif jika diprioritaskan kepada kelompok masyarakat miskin, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok yang memiliki kebutuhan gizi lebih tinggi.

        “Selama ini ada anak-anak di sekolah yang relatif mampu dan sebenarnya tidak terlalu membutuhkan, tetapi tetap diberikan MBG. Akibatnya ada makanan yang terbuang,” katanya.

        Menurut dia, kesalahan dalam menentukan target penerima manfaat dapat berdampak terhadap tata kelola program secara keseluruhan. Ketika cakupan terlalu luas sementara mekanisme belum siap, kualitas pelayanan berpotensi ikut menurun.

        Karena itu, Trubus menilai langkah Sudaryono yang mulai menggeser perhatian dari pembenahan internal menuju optimalisasi kemanfaatan publik merupakan arah yang tepat.

        “Setelah pembenahan internal, sekarang fokusnya harus kemanfaatan publik. SPPG bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat dari sisi gizi, tetapi juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena menciptakan tenaga kerja dan menggerakkan usaha lokal,” katanya.

        Namun, Trubus mengingatkan penerapan skema MBG di wilayah 3T tidak bisa diseragamkan dengan daerah perkotaan. Menurut dia, persoalan geografis, jarak sekolah, jumlah siswa, keterbatasan infrastruktur, hingga minimnya akses logistik membuat pembangunan SPPG di sejumlah wilayah 3T perlu dihitung secara matang.

        “Masalahnya, jarak sekolah jauh, sekolahnya sedikit. Kalau didirikan SPPG, belum tentu efektif. Di beberapa tempat juga tidak ada kantin. Jadi perlu dipikirkan solusi yang lebih efektif,” katanya.

        Dia mengusulkan agar pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian mengenai karakteristik masing-masing daerah sebelum menentukan model pelaksanaan MBG.

        “Setiap daerah 3T berbeda-beda. Umumnya aksesnya minim. Kalau mendirikan SPPG justru tidak efisien, jangan sampai anggaran pemerintah menjadi babak belur. Harus dicari formulanya,” ujar Trubus.

        Menurut dia, kebijakan MBG membutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat. Ego sektoral antara lembaga pemerintah dinilai dapat menjadi salah satu hambatan dalam memastikan program berjalan efektif.

        “Masalah selama ini adalah ego sektoral. Menurut saya, ini juga harus dilakukan pembenahan,” katanya.

        Trubus menegaskan pembenahan BGN di bawah Sudaryono perlu dilanjutkan secara konsisten. Penertiban internal harus menjadi pintu masuk untuk membangun sistem MBG yang transparan, sementara penguatan pengawasan, digitalisasi, perlindungan mitra, keterlibatan pemerintah daerah, serta ketepatan sasaran harus menjadi bagian dari pembenahan berikutnya.

        Dengan demikian, MBG tidak hanya dinilai dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, transparansi anggaran, dampak ekonomi lokal, keamanan pangan, dan sejauh mana program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran.

        Tags: MBGpembenahan
        Share198Tweet124Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

        BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

        BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak, 3.000 Lainnya Masih Diperiksa

        August 14, 2026
        Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

        Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri dalam Pencegahan Radikalisme di Intoleransi Tanpa Dukungan Masyarakat

        August 14, 2026
        Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

        Kejati NTB Soroti Radikalisme Anak di Era Digital, Gim Online hingga Media Sosial Jadi Perhatian

        August 14, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019