BENGKULU – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu mengingatkan agar penanaman nilai Pancasila di sekolah tidak hanya bersifat seremonial saat peringatan hari besar nasional.
Sekretaris PGRI Kota Bengkulu, Mukhtarimin, menegaskan nilai kebangsaan harus hidup dalam proses belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari siswa sebagai benteng cegah paham radikalisme masuk ke lingkungan pendidikan.
“Pancasila ini jangan hanya kita ingat ketika ada peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Nilai-nilainya harus terus ditanamkan kepada anak-anak dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari,” kata Mukhtarimin, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, Pancasila bukan hafalan lima sila, tapi pembiasaan. Nilai gotong royong, toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan harus dirasakan langsung oleh siswa.
“Anak-anak perlu dibiasakan untuk menghargai perbedaan, bekerja sama, saling menghormati dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Ini bagian dari nilai Pancasila yang harus mereka rasakan dalam kehidupan di sekolah,” ujarnya.
Ia menekankan peran guru tidak cukup hanya menyampaikan materi. Guru harus menjadi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Tantangan lain yang disoroti PGRI adalah banjir informasi di media sosial. Mukhtarimin menilai kemampuan berpikir kritis menjadi wajib bagi siswa saat ini.
“Kita juga harus membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis. Jangan sampai mereka menerima begitu saja informasi yang ada di media sosial. Guru harus mengajak mereka berdiskusi dan melihat sebuah informasi secara lebih bijak,” tuturnya.
Siswa harus dibiasakan mengecek sumber, memahami konteks, dan membedakan informasi yang benar dengan yang berpotensi memecah persatuan.
PGRI juga mendorong sekolah menciptakan ruang belajar yang terbuka dan nyaman. Perbedaan latar belakang dan pendapat siswa justru harus dijadikan modal untuk belajar saling menghargai, bukan untuk diributkan. Pendekatan dialog yang santun harus dikedepankan.
Ia menambahkan, pencegahan radikalisme tidak bisa hanya dibebankan ke sekolah. Peran orang tua di rumah sangat penting, sehingga komunikasi guru dan orang tua harus diperkuat untuk mendeteksi perubahan sikap anak sejak dini.































































