Simeuleu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simeulue mulai memberi dampak langsung bagi sektor perikanan lokal. Dinas Kelautan dan Perikanan setempat mencatat kebutuhan ikan segar untuk dapur MBG mencapai puluhan ton setiap bulan.
Kepala DKP Simeulue, Supriman Juliansyah, menyebut saat ini terdapat 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Setiap dapur menyajikan menu ikan segar dua hingga tiga kali dalam sepekan.
Dengan pola tersebut, kebutuhan ikan segar untuk seluruh dapur MBG diperkirakan mencapai sekitar 32 ton setiap bulan. Angka tersebut dinilai membuka peluang besar bagi nelayan lokal untuk menjadi pemasok utama bahan baku program.
Supriman mengajak sekitar 4.000 nelayan di Simeulue memanfaatkan peluang tersebut. Ia optimistis keterlibatan nelayan dalam rantai pasok MBG dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Asludin, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG setempat. Ia meminta pengelola SPPG memprioritaskan ikan hasil tangkapan nelayan lokal.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar manfaat program MBG tidak hanya dirasakan siswa sebagai penerima, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan di daerah kepulauan tersebut.
Dengan kebutuhan yang stabil setiap bulan, program MBG dinilai berpotensi menjadi pasar baru yang berkelanjutan bagi hasil tangkapan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan gizi berbasis potensi lokal.

































































