JAKARTA — Upaya mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat dengan inovasi berbasis kemandirian pangan. Salah satunya dilakukan Polda Metro Jaya melalui Greenhouse Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini mulai memasok langsung bahan baku pangan ke dapur pelayanan MBG di Palmerah.
Pada panen terbaru, Greenhouse SPPG Polda Metro Jaya berhasil memanen sekitar 80 kilogram sayuran sawi dari tiga meja tanam hidroponik yang dikembangkan tanpa pestisida.
Auditor Kepolisian Madya Tk III Itwasda Polda Metro Jaya, Ardanto, mengatakan panen tersebut merupakan bagian dari siklus produksi kedua yang secara khusus dialokasikan untuk kebutuhan dapur SPPG Palmerah.
“Ada tiga meja sawi yang dipanen dengan estimasi total sekitar 80 kilogram. Ini hasil budidaya hidroponik yang kami kelola selama kurang lebih satu bulan,” ujarnya, Selasa.
Menurut Ardanto, model produksi pangan mandiri ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun rantai pasok berkelanjutan.
Ke depan, hasil greenhouse tersebut ditargetkan mampu menyuplai kebutuhan beberapa SPPG lain di lingkungan Polda Metro Jaya yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Tak hanya sayuran, unit tersebut juga mengembangkan budidaya ikan melalui sistem bioflok.
Pada periode panen kali ini, sekitar 560 ekor ikan patin berhasil dipanen untuk memenuhi kebutuhan protein di dapur SPPG Palmerah.
“Ikan patin ini menjadi bagian dari ekosistem rantai pasok protein kami. Nantinya akan langsung digunakan sebagai bahan baku menu bergizi,” kata Ardanto.
Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya menebar sekitar 3.000 bibit ikan. Panen dilakukan secara bertahap menyesuaikan pertumbuhan ikan serta kapasitas kolam, agar suplai tetap stabil.
Menurutnya, konsep ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan institusi.
“Prinsipnya kami ingin memastikan sumber bahan baku tersedia dan rantai pasok di lingkungan SPPG tetap terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Metro Jakarta Barat Palmerah, Mustaqim, mengatakan hasil panen tersebut langsung masuk ke dapur untuk diolah menjadi menu harian penerima manfaat.
Sayuran sawi akan diolah menjadi menu sawi rebus dengan pokcoy dan bawang putih, sedangkan ikan patin akan disajikan dalam bentuk fillet crispy serta sebagian diolah menjadi siomay.
“Kami menerima bahan baku segar langsung dari Greenhouse Polda Metro Jaya dan akan digunakan untuk menu esok hari,” ujarnya.
Saat ini, SPPG Palmerah melayani enam sekolah dan tiga posyandu di wilayah Jakarta.
Total penerima manfaat mencapai 2.529 orang, terdiri atas peserta didik, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Model yang dibangun Polda Metro Jaya ini menunjukkan bahwa program makan bergizi tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga tentang bagaimana institusi dapat membangun sistem pangan mandiri—mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi—secara terintegrasi dan berkelanjutan.

































































