Jakarta – Gereja Katedral Jakarta menggelar rangkaian Pekan Suci tahun ini dengan pesan yang melampaui ritual keagamaan, yakni ajakan melakukan tobat ekologis sebagai bentuk tanggung jawab terhadap bumi.
Pastor Kepala Katedral, Macarius Maharsono, menjelaskan bahwa perayaan Kamis Putih diawali dengan pengenangan peristiwa pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus Kristus.
Menurutnya, peristiwa tersebut memiliki makna mendalam tentang kerendahan hati dan pembersihan diri dari dosa.
“Pembasuhan kaki adalah ungkapan kasih Allah yang membersihkan manusia dari debu dosa, dan itu terus berlangsung dalam kehidupan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, makna tersebut tidak berhenti pada relasi spiritual semata, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui sikap saling mendukung, berbagi, dan memberi kehidupan.
Dalam konteks kekinian, Gereja mengajak umat untuk memperluas makna pertobatan ke ranah yang lebih luas, yakni hubungan manusia dengan lingkungan.
“Tahun ini, Gereja mengajak seluruh umat manusia untuk melakukan pertobatan ekologis,” jelasnya.
Menurut Macarius, kerusakan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia. Karena itu, pertobatan juga harus diarahkan pada upaya memperbaiki relasi dengan alam.
“Kita perlu membersihkan dosa tidak hanya terhadap sesama, tetapi juga terhadap alam, karena keduanya hidup berdampingan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa merawat bumi sejatinya adalah merawat “rumah bersama” yang menjadi tempat hidup seluruh makhluk.
Dalam upaya tersebut, diperlukan solidaritas, kepedulian, serta kesiapan untuk berkorban demi menjaga keberlangsungan kehidupan.
“Merawat bumi berarti merawat kehidupan bersama, meskipun itu menuntut pengorbanan,” tuturnya.
Melalui pesan Pekan Suci ini, Gereja mengajak umat tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari panggilan moral dan spiritual.

































































